Tuesday, 12 February 2013
Orang Anak Ingusan dan Tante Girang
Cerita Sex ini adalah kiriman dari salah seorang pembaca setia Ia bercerita tentang kisah sex dan pengalaman seks nya kepada kami. Karena saya baca cerita sex
yang ia kirimkan pada website cerita sex dewasa ini cukup bagus, maka
kami menampilkannya dan silakan baca aja cerita seks dewasa yang berikut
ini. Aku masih duduk di bangku SLTP saat itu. Di saat aku dengan
teman-teman yang lain biasa pulang sekolah bersama-sama. Usiaku masih
terbilang hijau, sekitar tiga belas tahun. Aku tidak terlalu tahu banyak
tentang wanita saat itu. Di kelas aku tergolong anak yang pendiam
walaupun sering juga mataku ini melirik pada keindahan wajah teman-teman
wanita dikelasku waktu itu.
Hal ini jugalah yang membawa aku bersama 2 temanku
Bambang dan Eko kedalam sebuah pengalaman yang tak terlupakan bagi kami
saat duduk dibangku SLTP dulu. Semuanya bermula dari kegigihan Bambang
terhadap perempuan. Kebiasaannya untuk tak melewatkan barang sedetikpun
perhatiannya terhadap keindahan wanita membawa aku, dia dan Eko kesebuah
rumah di komplek pemukiman Griya Permai. Komplek perumahan yang biasa
kami lewati saat pulang menuju kerumah masing-masing. Mulanya aku dan
Eko sedang asyik bercanda,. Secara tiba-tiba Bambang menepuk pundakku
dengan keras. Matanya tertuju kesatu rumah dengan tajamnya. Ternyata
disana kulihat ada seorang wanita dengan mengenakan rok mini baru saja
keluar meninggalkan mobilnya untuk membuka pintu pagar rumah.
“Heh, bang. Kenapa sih elu tiap lihat perempuan mata elu langsung melotot kayak begitu ?” tegurku.
“Elu itu buta ya, wan. Elu kagak lihat bagaimana bongsornya bodi tuh wanita ??” balasnya cepat.
“Bambang, Bambang.. bisa-bisanya elu nilai perempuan dari jarak jauh begini-ini” sambung Eko “Itu mata.. apa teropong”
“Wah,
kalau untuk urusan wanita kita nggak pake mata lagi, men. Nih, pake
yang disini nih.. dibawah sini” jawab Bambang sambil menunjuk-nunjuk
kearah kemaluannya.
“Kalau gua udah ngaceng, perempuan diseberang planet juga bisa gua lihat” kata Bambang dengan senyum penuh nafsu.
“Jadi sekarang elu lagi ngaceng, nih ?!” tanya gue yang sedari tadi hanya bisa tenggelam dengan pikiran-pikirannya.
“So
pasti, men. Nih kontol udah kayak radar buat gua. Makanya gua tahu
disana ada mangsa” jawab Bambang dengan lagi-lagi menunjuk ke arah
kemaluannya.
“Gila lu, bang” kataku.
“Ha-alah,
enggak usak munafik deh mam, elu juga ngaceng kan, waktu melihat roknya
si Dina kebuka di kelas. Gua kan tau… elu juga kan gong ?” balas
Bambang cepat.
“yah, itu kan kebetulan. Bukannya dicari, ya kan mam ?” tanya Eko kepadaku.
Aku sendiri hanya bisa tersipu malu mendengarnya. Didalam hati aku memang mengakui
“Sekarang begini aja” ujar Bambang kemudian “Elu pada berani taruhan berapa, kalau gua bisa masuk kerumah tuh wanita ?”
“Elu itu udah gila kali ya, bang. Elu mau masuk kerumah itu perempuan ??” jawabku cepat.
“Udah
deh.. berapa ? Goceng ??”tantangnya kepada kami. Sejenak aku, dan Eko
hanyut dalam kebingungan. Teman kami yang satu ini memang sedikit nekat
untuk urursan wanita.
“Goceng ??”potong Eko cepat “Wah gua udah bisa beli mie bakso tuh”
“Ha-alah, bilang aja kalau elu takut jatuh miskin. Iya kan, ko ?” balas Bambang dengan sedikit menekan.
“Siapa bilang, kalau perlu, ceban juga hayo” jawab Eko tak mau kalah.
“Oke, oke.. heh, heh, heh. Sekarang tinggal elu nih, wan. Kalau melihat tampang elu sih, kayaknya gua ragu”
“Heit
tunggu dulu” ujar gue. Gue langsung cepat-cepat merogoh kantong
celananya. Selembar uang kertas lima ribuan langsung dikibas-kibaskan
didepan kedua mata Bambang.
“Gua langsung buktikan aja sama elu.. nih”
“Oke. Sekarang elu pada buka tuh mata lebar-lebar” kata Bambang kemudian.
Bambang
langsung berjalan menuju kerumah yang dimaksud. Tampak disana sang
pemilik rumah telah memasukkan mobilnya. Saat ia hendak menutup pagar,
aku lihat Bambang berlari kecil menghampirinya. Disana kulihat mereka
sepertinya sedang berbicara dengan penuh keakraban. Aneh memang temanku
ini. Baru saja bertemu muka dia sudah bisa membuat wanita itu berbicara
ramah dengannya, penuh senyum dan tawa.
Dan yang
lebih aneh lagi kemudian, beberapa saat setelah itu Bambang melambaikan
tangannya kearah kami bertiga. Dia mengajak kami untuk segera datang
mendekatinya. Setelah beberapa langkah aku berjalan, kulihat Bambang
bahkan telah masuk ke pekarangan rumah menuju ke pintu depan rumah
dimana wanita itu berjalan didepannya. Bambang memang memenangkan
taruhannya hari itu. Di dalam rumah kami duduk dengan gelisah, khususnya
aku. Bagaimana mungkin teman kami yang gila perempuan ini bisa dengan
mudah menaklukkan wanita yang setidaknya dua puluh tahun lebih tua
usianya dari usia kami. Sesaat setelah Bambang selesai dengan uang-uang
kami ditangannya, akupun menanyakan hal tersebut.
“Gila lu, bang. Elu kasih sihir apa tuh wanita, sampai bisa jinak kayak merpati gitu ??” tanyaku penasaran.
“Heh, heh, heh.. kayaknya gua harus buka rahasianya nih sama elu-elu pada” jawabnya.
“Jelas dong, bang. Goceng itu sudah cukup buat gua ngebo’at. Elu kan tahu itu” tambah Eko lagi.
“Begini. Kuncinya itu karena elu-elu semua pada blo’on” jelas Bambang serius.
“Apa maksudnya tuh !” tanya gue cepat.
“Iya,
elu-elu pada blo’on semua karena elu-elu kagak tahu kalau perempuan itu
sebenarnya tante gua.. tante Ayu, dia istrinya om harso, adik mama gue”
tambahnya lagi.
“Wah, sialan kita sudah dikadalin nih sama… playboy cap kampak” kata Eko.
“Itu kagak sah, bang. Itu berarti penipuan”sambung gue.
“Itu
bukan penipuan. Kalau elu tanya apa gua kenal kagak sama tuh perempuan,
lalu gua jawab enggak.. itu baru penipuan” jelas Bambang.
Untung
aja pertengkaran diantara gue dan teman-teman saat itu nggak lama
karena tidak lama tante ayu yang ternyata tante si Bambang itu datang
dengan membawa minuman segar buat kami.
“Ada apa
kok ribut-ribut. Kelamaan ya minumannya ?” tanya tante Ayu. Suaranya
terdengar renyah ditelinga kami dan senyumannya yang lepas membuat kami
berempat langsung terhenyak dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
“Ah, nggak apa-apa tante” jawab Eko.
Bambang
yang duduk disebelahnya terlihat serius dengan pikirannya sendiri. Baju
t-shirt yang dikenakan tante Ayu memiliki belahan dada yang rendah
sehingga disaat beliau membungkuk menyajikan gelas kepada kami
satu-persatu, Bambang terlihat melongok-longokkan kepalanya untuk dapat
melihat isi yang tersembunyi dibalik pakaian beliau saat itu. Aku
sendiri bisa menyaksikannya, kedua payudara beliau yang besar, penuh
berisi. Menggelantung dan bergoncangan berulangkali disetiap ia
menggerakkan badannya.
“Ini tante buatkan sirup jeruk dingin untuk kalian, supaya segaran” jelas tante Ayu ”Hari ini panasnya, sih”
Saat
tante Ayu selesai dengan gelas-gelasnya, iapun kembali berdiri tegak.
Keringat yang mengucur deras dari kedua dahinya memanggil untuk diseka,
maka beliaupun menyekanya. Tangan beliau terangkat tinggi, tanpa
sengaja, ketiak yang putih, padat berisi terlihat oleh kami. Beberapa
helai bulunya yang halus begitu menarik terlihat. Jantungku terasa mulai
cepat berdetak. Karena saat itu juga aku tersadarkan kalau dibalik
pakaian yang dikenakan tante Ayu telah basah oleh keringat. Lebih
memikat perhatian kami lagi, disaat kami tahu bahwa tante Ayu tidak
mengenakan BH saat itu.
Kedua buah puting susunya
terlihat besar menggoda. Mungkin karena basah keringatnya atau tiupan
angin disiang hari yang panas, membuat keduanya terlihat begitu jelas
dimataku. Aku sendiri tidak ambil pusing dengan lingkungan disekitarku
karena tongkat kemaluanku telah berdiri keras tanpa bosan. Rasanya aku
ingin sekali melakukan onani bahkan, kalau mungkin, mengulum kedua
puting susu beliau yang menantang dengan berani.
“Tante
habis mengantar om kalian ke bandara hari ini. Jadi tante belum sempat
beres-beres ngurus rumah, apa kabar mama papa kamu bang?” katanya lagi.
“eh oh, baik2 aja tante, tante kapan dong main ke rumah lagi” Bambang tampak grogi.
“duh
tante lagi sibuk2nya ngurusin bayi, dulu juga tante ngurusin kamu, skr
kamu udah ABG gini” tante ayu mencubit pipi Bambang. Bambang tersipu.
Ditengah
pesona buah dada yang menggoda nafsu birahi kami semua, perhatian
terpecah oleh tangisan suara bayi. Aku baru tahu kemudian, bahwa itu
adalah anak tante Ayu dan om harso yang bungsu. Anak mereka baru dua dan
yang sulung sudah kelas 6 SD. Jadi agak jauh bedanya dengan yang ke
dua. Beliaupun terpanggil untuk menemuinya dengan segera.
“Kalian
minum dulu, ya. Tante kebelakang dulu.. oh, iya Bambang. Tadi mama kamu
tlp, nanti kamu jangan lupa tlp rumah ya bilang kalo kamu di sini”
“Iya tante.” kata Bambang.
Hanya
selang beberapa menit kemudian, tante Ayu sudah menemui kami kembali di
ruang tamu. Namun satu hal yang membuat kami terkejut kegirangan
menyambut kedatangannya dikarenakan beliau terlihat asyik menyusui
bayinya saat itu. Bayi yang lucu tetapi buah dada yang menjulur keluar
lebih menyilaukan pandangan jiwa muda kami berempat. Beliau sudah
memakai BH namun satu cup nya di buka untuk menyusui bayinya.
Tante
Ayu terlihat tidak acuh dengan mata-mata liar yang menatapi buah dada
segar dimulut bayinya yang mungil. Ia bahkan terlihat sibuk mengatur
posisi agar terasa nyaman duduk diantara Bambang dan Eko saat itu.
“Bagaiman sirup jeruknya, sudah diminum ?” tanya tante Ayu cepat.
“Sudah
, tante” jawab Bambang pendek. Matanya menatap tajam kearah samping
dimana payudara tante Ayu yang besar dan montok terlihat tegas
dimatanya.
“Ini namanya Bobby” jelas tante Ayu lagi sambil menatap anak bayinya yang imut itu “Usianya baru sembilan bulan”
“Wah, masih kecil banget dong tante” balas Bambang.
“Iya, makanya baru boleh dikasih susu aja”
“ASI ya, tante ?” tanya Bambang polos.
“Oh, iya. Harus ASI, nggak boleh yang lain” jelas beliau dengan serius.
“Kalau orang bilang susu yang terbaik itu ASI, tante ?”
“Betul,
Bambang. Dibandingkan dengan susu sapi misalnya. Ya, susu ibu itu jauh
lebih bergizi.. heh, heh, heh” tambah tante Ayu penuh yakin.
“Mamaku juga suka bikinkan saya susu setiap pagi, tante” kata Bambang menjelaskan.
“Oh, iya… bagus itu”
Tante
Ayu diam sejenak. Beliau memperhatikan bayinya yang sudah mulai
terlihat tidur. Namun Bambang terlihat mulai berharap sesuatu yang lain
dari payudara beliau yang besar menggoda.
“Tapi
susu yang saya minum setiap hari.. ya, susu sapi tante” sambung Bambang
lagi penasaran. Sementara tante Ayu masih terlihat sibuk dengan bayinya .
Namun beberapa saat setelah itu beliau mengatakan sesuatu yang
mengejutkan kami.
“Susu ibu tetap lebih bagus. Bahkan di India ada yang bisa menyusui anaknya hingga berusia sepuluh tahun”
“Wah, asyik juga tuh” sela Eko cepat.
Tante Ayu hanya tersenyum simpul.
Bambang
terus menyerocos tentang keinginannya sesekali mencoba ASI. Kami hanya
tegang mendengarkan ocehan Bambang, takut sekali tante Ayu marah
mendengarkan ocehan anak 13 tahun yang mulai terasa kurang ajar itu.
Kami takut Om Har tiba-tiba pulang dan tante mengadu kemudian kami semua
dihajar suami tante Ayu yang terkenal galak itu.
Tiba2 entah mendapat ide gila dari mana Eko yang sedari tadi hanya duduk diam mendengarkan nyeletuk dengan seenakknya.
“Coba ya kita bisa cicipin asi tante, duh pasti asyik ya?”
Kami
semua, apalagi Bambang terkejut setengah mati. Tentunya dia lebih kaget
krn itu adalah tantenya sendiri. Jantungku terasa berhenti berdetak
saking kagetnya. Rasanya ingin lari saja dari ruangan itu karena malu
dan takut dimarahi. Ternyata Tante Ayu tidak marah.
“yah kalo kalian mau, di dapur ada tuh ASI tante yang di peras dan masukan dalam botol.
Kami semua berpandangan.
“maksud
kami langsung minum dari sumbernya tante’ kata Eko malu2. Tante Ayu
melotot, Km sudah siap dia meledak mengomeli kekurangajaran Eko. Tapi
ternyata tidak. Ia malah tertawa cekikikan, dadanya berguncang2.
“aduhhh
kalian ini nakal sekali ya. Kalo langsung berarti kalian liat buahdada
tante dong. Kalo kalian masih 7-8 th tante pasti berani kasih kalian
kesempatan begitu. Tapi kalian susah besaar, sudah ABG, 13 tahun kan
kamu Bambang dan Eko? Irwan kamu malah udah 14 tahun kan?
Kami mengangguk serempak.
“emang kenapa kalo udah 14 tante?” aku memberanikan diri bertanya.
Tante menggosok2 rambutku dengan lembut.
“kalo
sudah besar sudah ada nafsunya Irwan sayang. Masa mau liat buahdada
wanita dewasa? terlalu besar resikonya memberikan payudara tante untuk
kalian hisap,”
Mendengar tante menyebut kata
“buahdada” saja sudah membuat darahku berdesir, aku yakin begitu juga
dengan teman2ku. Namun setelah kami semua membujuk tante, serta berusaha
meyakinkan tante bahwa kami tidak akan berbuat lebih dari mencicipi asi
tante, beliau luluh juga. Apalagi setelah melihat mata Eko yang tampak
sangat ‘ngenes’ menginginkan pengalaman baru yang bagi kami saat itu
sudah sangat luar biasa.
“ya udah, tante mau deh. Tapi janji ya, kalian udah selesai sebelum oom kalian pulang”
“iya iya tante”
“Bambang,
kalo papa mama kamu tau kamu nakal gini sama tante, bisa dicabut uang
jajan kamu. Apalagi kalo tante bilang om harso, bisa dihajar kamu
abis2an”
“ya jangan ngadu dong tante’ Bambang ketakutan.
“Dan
janji ya kalian. hanya minum asi saja, tante nggak pengen kalian
macem-macem sama tante. Kalian kan bakalan liat payudara tante. Biar
gimanapun kalian kan udah jadi laki-laki kecil dan bertiga pula, takut
juga tante sendirian cewek di tengah 3 laki2 di rumah kosong gini pula.
Kl tiba2 tiba kalian lepas kontrol gimana?
“Nggak
kok, tante, kami janji” sambil berkata begitu mata kami bertiga tidak
lepas dari dada tante Ayu sambil meneguk ludah berkali2. Tentunya kami
akan berkata apapun agar mimpi km terpenuhi saat itu. Kami tidak sabar
menanti pemandangan indah itu sebentar lagi. Tante sepertinya menyadari
hal itu dan tersenyum2 sendiri melihat kami tingkah bertiga. Tante
meminta ijin untuk menaruh si bayi sejenak di boxnya. Kami duduk rapi
berjejer di sofa. Tak lama tante muncul lagi dan berdiri di depan kami.
Kami duduk manis dengan tegang. Tante hanya senyum2.
“Siap? Godanya.
“Ssss sssi ssiap tante” kata kami hampir serentak. Tante menyunggingkan senyum sekali lagi, maniss sekali.
Pemandangan
yang ditunggu2 pun datanglah sudah. Tante meloloskan bagian atas
dasternya yg sdh dlm posisi terbuka kancing atasnya secara perlahan.
Kini bagian atas tubuh mulus itu hanya tertutup BH saja. Bagian bawah
masih tertutup daster yang tersangkut di pinggangnya. Seksi abisss!!
Jantung kami bertiga seperti ensemble perkusi saja berdetak kencang
sekali, untung saja tante tidak mendengar. Kemudian tangannya meraih ke
belakang punggunnya, meraih hook BH dan melepaskannya. Mata kami
mengikuti setiap milisecond gerakan tante membuka bh tersebut dan
memperlihatkan kulit dadanya yg putih mulus. Seperti kartu yang dipirit,
dada kirinya tersingkap. Kini payudara kirinya benar2 bulat2 terpampang
di hadapan kami tanpa terhalang kepala bayi lagi. Mula2 tante hanya
membuka salah satu cupnya saja. Tapi kami protes.
“Dua2nya aja tante”.
“Ih,
buat apa, hayoo mulai nakal ya, kalian sebenernya cm mau liat buahdada
tante aja ya? Dasar ABG genit” kerling tante Ayu manja.
“nggak kok tante, cuman kan kita bertiga, nanti gk cukup cuman satu payudara untuk kami”
“Ampun
kamu pinter banget berdebat sih, iya deh tp janji ya jgn liar ngeliat
tante telanjang dada yaa” sambil berkata demikian tante menuruti kemauan
kami dengan membuka cup yang satunya lagi.
“nihh, puas?” goda tante ayu sambil mengerling menggoda ke arah kami.
Barulah
terpampang di depan kami lengkap sepasang payudara yang super indah.
Sungguh tidak ada celanya. Dengan puting yg merah muda, padhal usia
tante sudah hampir 35 th tp mungkin karena kulitnya yang sangat putih
dan perawatan yang baik sehingga payudaranya masih terliat sangat
mengkal dan kencang, dg puting yg imut warna muda dan posisi mengacung
ke atas. Tentu saja kami bengong, bungkam seribu bahasa sambil bengong
menatap benda terindah yang pernah kami liat saat itu. Tante Ayu
tersenyum meliat kegenitan bocah2 itu.
“gimana? masih montok kan? Kalian suka gk?”
serentak kami menjawab: “suka suka tante”
“Puas2in
deh liat, tante ngerti kok anak2 sebaya kalian kayak apa. Tp jangan
lama-lama ya, tante nggak punya banyak waktu, oom kalian bentar lagi
pulang lho, katanya kan mau minum susu, bukan liatin dada istri orang”
tegur beliau mengingatkan. Dia duduk di sofa, kami saling berpandangan
siapa yang duluan mulai. Akhirnya Ekopun memulai duluan. Ia duduk di
samping tante, mula2 ia memegang tante tante dan dipinggirkannya agar
tidak menghalangi tubuhnya yang duduk merapat wanita cantik itu. Dengan
gemetar dia mendekatkan mulutnya ke puting yang sangat menggoda
tersebut. Tante tampak sedikit grogi. Dan akhirnya sampailah mulut Eko
di surga dunia tersebut. Kedua bibirnya mengatup dan mengunci putting
kiri tante. Dia langsung tergegas menghisapnya. Tante Ayu melenguh
perlahan. Maklum, kali ini ‘bayi’ yang menyusu padanya adalah remaja
tanggung dengan gigi yang lengkap! Tangan tante memegang kepala eko. Ia
menggigit bibir bawahnya dan matanya mendelik ke atas. Pasti karena
perasaan aneh yang melandanya saat itu.
Sungguh
pemandangan yang menegangkan. Seorang wanita dewasa yang sangat cantik
dan sintal menurut kami, sudah menikah, membiarkan mulut seorang anak
tanggung hinggap di payudaranya yang putih mengkal. Susu keliatan
mengalir deras ke dalam mulut Eko. Keliatan dari mulut teman kami itu
yang menggembung penuh oleh cairan. Dengan nekad Eko melanjutkan dengan
meremas buah dada beliau serta mulai berani memainkan puting susunya
dengan beberapa gerakan memelintir
“Pentil yg
satunya nggak usah dipencet-pencet lagi. Udah keluar kok. Kamu coba
langsung menghisapnya kayak anak tante ini” jelas beliau lagi. Setelah
berapa lama, Eko pun tampak puas. Ia menarik mulutnya dari putting tante
ayu yang keliatan mulai memerah sambil menyeka mulutnya. Sesekali ia
melepas kenyotannya dan memainkan putting tante dengan sapuan melingkar
lidahnya mengelilingi putting itu. Tante protes.
“Okhh
Eko, apa2an sih kamu, jangan gitu, jangan dijilat2 doong” Eko menurut
namun sesekali ia mencuri2 lagi kesempatan. Akhirnya tante keliatan rada
kesal dan mendorong Eko menjauh.
“udah ah, cukup ah kamu, genit banget sih, jelek” dengan wajah dicemberut2kan, Eko menarik diri sambil nyengir.
Kini
giliran Bambang. Awalnya dia juga tampak grogi banget, maklum, tante
ayu kan istri oomnya sendiri. Dia kebingungan mengambil posisi harus
bagaimana mulai menyusu. Aku dan Eko tidak tinggal diam untuk membantu.
Tante pun kami baringkan dlm posisi telentang di sofa. Mula2 tante
bingung tapi tetap menurut juga. Aku dan Eko meratakan kakinya di sofa,
mata kami nanar melihat daster tante yg tipis dan menerawang,
memperlihatkan celana dalamnya di balik itu. Ada bayangan hitam di sana,
apalgi kalo bukan bulu2 halus kemaluan. Angan2 kami terus melambung
tinggi mengharapkan dapat menikmati sesuatu yg lebih dari ASI malam itu.
Apalagi kalau bukan ‘sari’ tante, tante Ayu sebagai wanita seutuhnya.
Namun tentunya kita tidak bisa berharap angan itu akan menjadi
kenyataan, untuk bisa berbuat ini saja kami sudah sangat beruntung..
Bambang merangkak di atas tubuh putih mulus itu. Mulutnya melahap dg
rakus payudara kiri tante Ayu smtr tangannya sibuk membelai satunya lg.
km melotot meliat kenekadan Bambang. Tante Ayu hanya tersenyum2 simpul
sambil membelai kepala Bambang.
“ini dia
keponakan tante yang paling nakal sama tantenya sendiri. Untung tante
baik gk akan ngadu sama mamanya” Bambang merah mukanya.
“santai
aja ya sayang. Gk usah terlalu bersemangat. Sakit lho. Tante gk ke
mana2 kok” ujarnya perlahan. Sesekali ia merintih dan tubuh moleknya itu
menggelinjang. Bambang terus menyedot seakan tidak ingat giliran yang
lain. Bunyi berdecap terdengar kencang sekali. Otot payudara tante
sampai tertarik ke atas. Terlihat jelas sekali urat2 payudara tante
serta pori2nya. Kami sangat terangsang. Bayangkan, seorang keponakan
sedang menghisap payudara tantenya sendiri dan tantenya pasrah begitu
saja!
“jangan yg kiri terus dong Bambang, ini yg
kanan juga ya”. Sambil berkata begitu, tante menyorongkan dada kanannya
sambil sedikit meremasnya”. Bambang menatapnya nanar. Dg posisi begitu,
payudara itu bertambah keliatan sangat merangsang. Ia menjilati putting
kanan tante dg perlahan. Kemudian dengan nekadnya ia menjilati seluruh
permukaan payudara tante. Kali ini tante tidak marah seperti pada Eko,
resmi sudah tante dicumbu Bambang, tidak sekedar menyusu. Kami cemburu
pd bambang, membayangkan betapa asyiknya Bambang dapat merasakan kulit
payudara yang mulus licin serta masih sangat kenyal itu itu dengan
lidahnya. Tante menggelinjang hebat, “ouwww Bambangdd, kok dijilat2
sihhh sayangg. km mau minum susu atau apa sih sayang, nggghhhhhh, ouhhh,
ngghhhh, kamu dan eko sama genitnya nihh”
“minum susu tante” ujar Bambang tersipu.
“itu
namanya mencabuli tante sayang, gak boleh ya, kamu sudah mulai besar
tapi belum cukup dewasa untuk berbuat cabul begtu, yah? Awas kmu macem2
tante aduin mama kamu yaa”
Bambang nyengir malu.
Ia menghentikan aksinya sebentar. Sambil terus menatap nanar puting
merah muda tersebut. Kemudian kembali menghisap tanpa jilatan seperti
permintaan tante Ayu. Yg tidak bisa dihindarkan adalah penisnya yang
membengkak dari balik celananya menyundul2 selangkangan tante Ayu.
Wanita molek itu menyadari hal itu dan mencoba memposisikan dirinya
tidak seperti sedang disetubuhi remaja tersebut, tapi Bambang tetap
memaksakan sehingga tante Ayu terpojok di pojok atas sofa tanpa bisa
berontak lebih lanjut.
“Bambang, Bambang, Bambang, stop dulu sayang, stop stoppp”
Bambang menyetop aksinya.
Tante duduk sambil melotot:
“inget gk sama janji kamu tadi?” omelnya. Tapi dia tidak tampak marah betulan, mungkin hanya kesal.
Bambang menunduk. “maaf tante, kebawa emosi”
“iya
tante ngerti kalian ini masih tinggi2nya libido di usia kalian itu,
tante kan sudah kasih kalian kesempatan untuk sedikit menikmati
keindahan tubuh wanita. Tante rela sedikit memperlihatkan tubuh tante
untuk kalian krn tante sayang kalian. Untuk memperlihatkan buahdada
tante ke kalian saja, tante sudah terbilang nekad, apalagi tante kan
bersuami dan kalian sudah cukup beruntung”. Kami hanya
mengangguk-angguk.
“kalo tadi penis si Bambang
melejit dan nyelonong masuk vagina tante gimana? Masa kamu mau penetrasi
tante sendiri? Kamu kebayang gk dosanya sperti apa? kalo kalian gk mau
kontrol, tante batalkan saja deh acara minum susu ini,” ambeknya.
“jangan-jangan tante, kita janji deh” aku menyela. Yg lain juga mendukung sambil mengangguk-angguk.
Setelah
itu Tante Ayu menggilir kami satu persatu untuk disusui olehnya.
Giliran terakhir tentunya aku. Namun kembali di rotasi sehingga masing2
kebagian 2 kali menyusu. Anaknya yang masih bayi dibaringkan diatas sofa
yang kosong untuk lebih mempermudah beliau menyusui anak angkatnya saat
itu.
Sisa malam itu kami menghormati peraturan
yang tante berikan, kami hanya strict dengan acara menghisap payudara
tanpa embel2 kenakalan lain walaupun harapan kami bisa lebih beruntung
daripada itu. Tentunya kami tidak mau kehilangan kesempatan emas karena
terlalu rakus. Yang jelas ke dua payudara montok yang sehari-hari milik
oom harso itu habis2an kami nikmati setiap centinya. Putting yang merah
muda dan mungil itu habis2an kami kunyah./ Bongkahan mengkal itu
keliatan merah merona dihabisi oleh mulut2 kami yang rakus. Kami selesai
sekitar jam 8 malam setelah Oom Harso menelepon dan bilang akan pulang
sekitar jam 10.
Sambil mengenakan kembali BHnya
tante menepuk2 kepala kami satu per satu. “tante senang kalian mengikuti
aturan tante. Tante harus tegas walaupun tante tau kalian pasti sangat
terangsang bisa melihat isi BH tante, tante yakin kalian sudah
membayangkan bisa menyetubuihi tante bukan?”
Alangkah malunya kami tante bisa menebak piikiran kami. Kami hanya mengangguk-angguk lemah sambil menundukkan kepala.
“Bukannya
tante munafik, terus terang tante agak2 penasaran juga gimana rasanya
kalian setubuhi, pemuda2 setampan dan segagah kalian. Tapi tante akan
terus merasa bersalah sama oom kalian kalo tante menuruti emosi
membiarkan tubuh tante kalian nikmati. Kalau kalian menghormati om
harso, tentu kalian menghormati beliau kan? Bayangkan perasaan oom kalo
tau istrinya kalian setubuhi bertiga? Coba kalo kelak kalian punya istri
kemudian disetubuhi orang lain, anak2 tanggung lagi. Kalo kalian terus
menurut begini, tante gk keberatan kalo kalian ingin lagi sekali2
nikmati dada dan susu btante.” Kami tentunya tidak bisa berbuat lain
selain mengangguk-angguk.
“Ngomong2, kalo kalian
ingin lepaskan, buang aja dulu tuh di kamar mandi tante, tapi ingat ya,
siram lho. Tante gk mau oom liat genangan sperma di kamar mandinya”
sambil berkata begitu tante tersenyum ke arah kami bertiga. Malunya
bukan kepalang lagi mendengar tante tahu saja tekanan biologis kami.
Kami pun masuk kamar mandi untuk mengluarkan isi ‘peluru’ kami. Namun
Bambang belum, ckup lama setelah kami keluar, Bambang akhirnya keluar
juga.
“tante, aku gk bisa”
“lho kenapa? Ya sudah di ruma saja nanti ya sayang’ kata tante.
“hmmm, tante boleh nggak aku keluarin di antara dada tante?’ ucapnya malu2.
Tante tersenyum. “iya deh liat ke sini.km kbyakan liat bf kyknya nih.sini”
Bambang
memelorotkan celananya. Tante berjongkok di depan keponakannya itu
sambil membuka kembali baju atas dan behanya. Terliat lagi sepasang
payudara indah itu. Bambang pun mulai mengocok sambil membelai2 payudara
tersebut. Suatu pemandangan yang ganjil bagi kami saat itu tapi sangat
merangsang. Akhirnya Bambang pun keluar. Spermanya muncrat dengan deras
menyirami payudara dan sebagian wajah tantenya tersayang itu. Kami
tertegun tidak berkata apapun melihat itu. Tante menyeka sisa2 sperma
sambil tersenyum2 simpul. “dasar ABG” kerlingnya lagi.
Kamipun beres2 dan pulang setelah itu.
Semenjak
hari beruntung itu, pada setiap hari-hari tertentu dalam seminggu kami
pasti berkunjung kerumah tante Ayu tentunya jika oom harso tidak ada.
Tante Ayu senantiasa menyambut kami dengan ramah dan penuh perhatian.
Beliau tidak pernah mengecewakan kami. Menyusui kami dengan sabar satu
persatu. Tidak pernah sejenakpun kami merasa bosan dengan buahdada dan
putingnya yang selalu mengacung tegang tiap kali kami mainkan. Setelah
waktu berlalu, tante mulai memperlunak sikapnya. Beliau tidak lagi marah
bila kami menekan-nekan pistol kami di selangkangannya. Hisapan kami
pun tambah bervariasi. Bambang suka menjilati sekitar putting, aku suka
menggesekkan bibirku ke seluruh permukaan payudara beliau yang sangat
halus tersebut, dan Eko senang sekali membenamkan wajahnya ke antara ke
dua gunung kembar tersebut. Tangan kami pun makin hari makin liar, dan
tante seperti nya sudah capek menjaga tangan kami sehingga akhir2nya
beliau pasrah saja dengan kenekadan dan kejahilan tangan2 kami dalam
menjamah bagian2 sensitif tubuhnya. Dimulai dg Bambang. Akhirnya km
semua pernah merasakan mengobel vagina wanita bersuami itu. Akhirnya
kami semua bisa merasakan anatomi vagina tante ayu mulai dari labia,
klitoris, sampai masuk-masuk ke dalam ke rahim, alangkah indahnya. Suara
menjerit dan merintih tante setiap kali jari kami menyelip masuk
diantara kedua paha mulusnya terdengar sangat merdu dan menggoda. Namun
semua itu kami lakukan tanpa sekalipun dibolehkan meliat langsung ke
arah vagina teresbut. Kegiatan ini terus rutin kami lakukan sampai kami
lulus SMP.
Sampai selama itu, senakal2nya kami,
kami tetap menjaga kehormatan tante Ayu dan tidak mencoba2 mengusik
daerah terlarangnya walaupun keinginan kami untuk melakukannya sudah
memuncak sampai ujung kepala.
Adalah Bambang yang
mula2 mencetuskan keinginannya melihat kemaluan Tante Ayu. Semula kami
kita tante akan marah tapi ternyata tante menanggapi permintaan kurang
ajar Bambang itu dg tertawa geli.
“ya ampunn, buat apa sih Bambang? Kalian kan dah puas korek2 itu?”
“kepingin aja tante, aku belum pernah liat soalnya hehehe..”
“terus kalo dah liat mau ngapain?”
“ya
nggak ngapa2in, mau liat ajaa” kami tegang sekali mendengar pembicaraan
tersebut. Kami takut sekali tante marah dan mengadukan kami kepada Oom
harso.
Akhirnya terjadi juga. Sambil tersenyum2
menggoda, tante melepaskan celana dlmnya dan perlahan2 memperlihatkan
kpd km utk pertama kalinya benda yang saat itu kami impi2kan untuk
melihatnya. Km hampir berteriak saking senangnya. Namun tentunya kami
tidak berani berkata apapun selain menahan nafas. Kemaluan kami yang
pasti sudah tidak tertahankan lagi sedang tegang2nya di dalam celana
masing2. Tante Ayu tentunya menyadari keadaan ini. Ia tersenyum simpul
menyadari reaksi kami sambil mengelus2 sisi2 dari kemaluannya yang tidak
tertutup bulu.
“Apa bagusnya sih benda begini aja?” godanya.
Kami tidak mendengarkan dan terus saja melotot memandangi sela paha yang sama sekali tidak tertutup itu.
“udah ya?” kata tante ayu sambil pura2 hendak menaikkan celananya lagi.
“Beluuum’!!” serentak kami berteriak.
“udah dong anak2, ini punya oom kalian lhoo. Tante kan malu. Lagian nanti kalo ada yang masuk gimana?” rajuknya.
“kita pindah ke kamar aja ya tante” pancingku untung2an. Mulanya tante gak ragu.
“ihhh
kamu genit yaa, awas yaa, tp tante sih mau aja, tapi awas jangan lupa
daratan ya di kamar. Tante mau kalian jaga tante. Tante sudah berikan
banyak buat kalian lho’
“iya tante’ kami manut2 saja. Tapi tentunya kayalan kami melayang ke mana2.
“Tante
mau deh pinjamkan tubuh tante. Puaskan imaginasi erotis kalian dg tubuh
ini. Satu hal yang tante minta, kalian janji mau jaga kehormatan
tante?”
“iyaaa tanteeee” serempak kami menjawab.
Dengan girang Bambang mengambil inisiatif menggendong tante ke dalam
kamar. Di dalam kamar kami melemparkan tante ayu ke ranjang.
“auuwwww,
ya ampun” pekik tante ayu. “ranjang tante dan oom kalian ini lho,
kalian hati2 ya ponakan2ku tersayang. Tante gk mau kalian melewati batas
apalagi di ranjang oom kalian dan tante yaaa”. Sekarang terlihat tante
agak kuatir. Maklum suasana malam itu sepi sekali.
Kami
hanya senyum2 saja. Mata kami nanar meliat pemandangan yang sangat luar
biasa kali ini: tante ayu telanjang bulat!! Tubuhnya telentang di atas
kasur pasrah dengan kenakalan bocah2 ini. sangat putih lagi montok,
mulus dan sangat menantang hasrat kelakian kami. Pahanya tidak lg
tertutup memperliatkan gundukan daging tertutup bulu yang seakan
menantang kami untuk menerobosnya dgn penis2 liar kami. Jantung km
berdegup tidak menentu. Harapan kami bertiga saat itu sama: agar om
harso tidak cepat pulang.
Kali ini Eko yang
duluan naik ke atas ranjang. Terliat tante agak grogi meliat tubuh Eko
di atas tubuhnya yg telanjang di ranjang.
“aduh Eko, hati2 sayang, Eko, auhhh, hati hatiii…’’
tante
agak panik ketika berapa kali kepala penis Eko tergesek diatas bulu2
kemaluannya ketika anak tanggung itu sedang memperbaiki posisinya.
Eko
melirik ke arah kita dengan pandangan agak nakal. Kami menangkap sinyal
yang dilemparkan eko namun belum berani memutuskan apa2. Maklum. Ini
semua terlalu beresiko, kami tidak yakin apakah tante ayu akan tetap
sebaik sekarang kalau kami melangkah lebih jauh dari biasanya.
Untuk
sementara, Eko menuruti kata-kata tante untuk menghindarkan penisnya
tergesek ke benda ‘keramat’ itu. Tante pun mulai kembali relax. Ia mulai
‘memperlakukan’ Eko dengan baik. Ia biarkan anak tanggung itu merangkah
di atas tubuhnya dan menjilati seluruh permukaan payudaranya. Eko
menikmati licinnya kulit payudara tante dengan jilatan2 lembut dan
sangat perlahan. Saat menyentuh putting tante, eko tambah memperlambat
gerakan lidahnya dan memutari putting tersebut dengan gerakan melingkar2
dengan ujung lidahnya. Sesekali ia menyapu putting tersebut dengan
suatu jilatan halus. Terlihat tante ayu meregang. Badannya sesekali
melengkung ke atas menggelinjang menikmati jilatan2 eko yang mulai
pintar itu. Eko menangkap reaksi baik tante ayu itu dan memindahkan
tangan kirinya ke antara paha tante. Mula2 ia membelai2 bulu2 tersebut
dengan sangat lembut, kemudian jari tengahnya mulai menyelip. Dan bless,
dalam tempo bbrp milisecond kami menyaksikan jari tengahnya menghilang
di antara bulu2 halus dan tipis tersebut, menerobos di gundukan daging
imut melalui celah2nya. Tante ayu menjerit halus. Namun sempat cekikikan
geli. Kami menganga, adegan itu membuat adik2 kecil kami berdiri dengan
tegangnya dan tidak seperti biasanya, kami tidak buru2 ingin rekan kami
menyelesaikan gilirannya. Kami pun tidak habis pikir mengapa Eko kali
itu sangat sabar dan cukup canggih memancing reaksi tante!
Tante
keliatan bimbang. Dia mulai berontak namun tiap kali jari Eko
meneborobos, matanya mendelik ke atas. Tindakan preventif tante adalah
dia menutup pahanya dan membelokkannya ke samping sehingga remaja
tanggung itu tidak bisa mengarahkan penisnya di antara selangkangan
wanita berusia jauh di atasnya itu. Namun Eko tidak buru2 keliatannya.
Dia benamkan berkali2 jarinya, sampai basah sekali.
Bambang
berkali2 meliat ke luar jendela meliat ke pagar. Jelas dialah yang
paling panik dari semua di antara kita, karena yang sedang dikerjain
adalah tantenya sendiri. Ruangan ber AC tp kami berempat berkeringat.
Apalagi Eko dan Tante Ayu. Mereka terus bergumul di saksikan mata
melotot saya dan bambang. Tiba2 bambang menghentikan aksinya, bangkit
dan berdiri begitu saja di samping tempat tidur, Penisnya yang sudah
sangat bengkak terjuntai begitu saja tepat di samping badan tante Ayu.
Tante yang sintal itu ikut heran seperti kami.
“sudah
eko? Kamu kenyang ya?” kami tahu maksud tante dengan kenyang adalah
puas tp tidak enak dia menggunakan kata itu. Tentunya dia heran karena
Eko belum ejakulasi. Dan dia pasti maklum, kali ini sasaran kami adalah
sampai ejakulasi tidak seperti biasanya. Walaupun untuk mengharapkan
ejakulasi di dalam vagina tante ayu masih terlalu muluk bagi kami saat
itu.
Eko hanya tersenyum-senyum saja. Dia menelan
sisa2 susu tante ayu yang masih ada dalam mulutnya. Tante bangun dari
posisi telentang, ia mengambil kain di sisi tempat tidur dan menyeka
payudaranya. Kami semua terdiam tidak tahu apa yang harus kami lakukan
saat itu. Nafsu binatang sudah memuncak sampai ke ubun2 kami semua.
Bahkan Bambang keliatan sudah tidak perduli lagi hubungan darahnya
dengan tante ayu. Kami bertiga tertegun memperhatikan tante ayu yang
masih telanjang bulat itu selama beberapa menit.
Tiba2 Eko memeluk tante ayu. Tante yang tidak curiga tersenyum manis dan memeluk balik anak tanggung itu.
“kamu udah ya gilirannya? Sekarang gantian sama Bambang atau Wawan ya?”
Eko
mengangguk2. Namun tangannya meremas payudara tante sekali lagi. Tante
memegang tangan nakal itu dan memindahkannya ke perutnya.
“Sudah
ya sayang. Cukup ya. Kasian yang lain kepingin juga tuh”. Eko dalam
tempo bberapa detik memindahkan balik tangan tante ke penisnya dan
memberi tanda ke tante untuk mengocoknya. Lagi2 tante dengan sabar
tersenyum dan menuruti. Mungkin dengan demikian ia pikir Eko akan cepat
keluar dan menyelesaikan ‘penasaran’nya pada tubuhnya yang bugil total
saat itu. Mungkin itu juga dalam rencananya ke pada aku berdua Bambang.
Supaya cepat selesai dan kami cepat keluar dari rumahnya. Namun
dugaannya meleset jauh. Nafsu yg sudah memuncak Eko memberinya
keberanian utk membaringkan Tante Ayu sekali lagi.
Tante
yang keliatan masih bertanya2 mula2 menurut. Namun ketika Eko
menggunakan tangannya mengangkangkan kedua pahanya. Ia berontak dengan
keras!
“Eko!! Mau ngapain kamu????” jeritnya
tertahan. Karena saat itu, tangan Eko yang satu menekan tangan kiri
tante ke tempat tidur dan menggiring penisnya mengarah kepada kemaluan
tante yang sudah keliatan basah. Aku dan Bambang bengong tanpa mampu
berbuat apa2. Sebagian dari pikiran kami panik takut sekali ini akan
jadi peristiwa pemerkosaan dan kami akan terlibat di dalamnya. Sebagian
lain dari otak kami, menginginkan Eko membuka peluang itu untuk kami
juga. Tak ada seorang pun di antara kami yang sanggup menahan godaan
seksuil memandang tubuh yang selama ini hanya ada dalam khayalan kami
itu dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Tanpa saling bicara
kami sadar dalam hati bahwa kesepakatan kali ini hanya satu: menikmati
tubuh itu bergantian!
Namun sekuat2nya tante ayu
melawan, tenaga eko lebih kuat. Dengan memaksa ujung penis eko mulai
menguak celah surgawi milik istri om harso itu. Kami hampir tidak berani
meliat. Ketegangan, ketakutan, bercampur dengan harap2 cemas bahwa
tante akan menyerah saja dan setelah itu kami mendapatkan giliran kami
masing-masing. Yang kami lihat saat itu ialah tante yang pucat pasi dan
panik luar biasa. Namun karena tenaganya sudah mulai habis,
perlawanannya pun melemah. Usaha terakhirnya ialah mendorong dada eko
sekuatnya. Namun ekok sudah kerasukan. Kepala helm terus merangsek masuk
senti demi senti.
“oh my god oh my god, eko,
eko, sadar sayang, eko, elin elingggg… nggggghhhh. Eko itu masuk, masuk
sayang. Please udah udah, tante mohon sayang, eko ya ampun, ekoo
ampunnnn dehhhh…. ohhhh.. om bentar lagi pulang eko… udah yaaaa…
auuuuuuwwww ekkkkoooo…. “ kami meliat ujung penis eko sudah mulai
menghilang. Astagaaaaa. Seakan kami tidak mempercayai apa yang kami liat
malam itu. Eko berhasil melakukan sesuatu yang selama ini hanya mimpi!
Eko benar2 pahlawan kami saat itu.
Seiring dengan
melesaknya si jagoan kecil eko, mata tante mendelik2 sehingga cuma
keliatan putihnya saja. Hidungnya kembang kempis, nafasnya tambah
memburu. putingnya yang selama ini memang sudah memunjung posisinya
tambah memunjung ke atas. Siapapun yang melihat dia dalam posisi ini
pasti akan terangsang dan mungkin akan join dengan eko untuk
mengerjainya. Keberanian tante bermain dengan resiko selama ini menjadi
bumerang. Akhirnya ia harus termakan kenakalannya sendiri yang dimulai
dari niat flirting saja. Seorg anak tanggung berhasil mempenetrasinya!!!
Ini adalah ganjaran yg mgkn akan disesali tante Ayu seumur hidupnya.
Sisa-sisa tenaga tante ayu mungkin tidak cukup lagi untuk menghentikan
Eko. Eko mulai mencumbu wanita yang jauh lebih tua dari mereka itu. Ia
menciumi leher tante ayu, dan menjilati dadanya. Tangan tante ayu
direntangkan dan dia terus menekan masuk sepnuhnya masuk dalam liang
pertahanan terakhir tante ayu. Tante ayu pun menjerit ckup kencang kali
ini. Ia melenguh sangat panjang namun tidak bisa memungkiri kenikmatan
yang diperolehnya dari kenekadan pemuda yang tidak sampai setengah
umurnya dari dia tersebut.
“ekkkooooo, gila kamu
sayang… owwww… itu masuk semua.. Ya ampun Eko, what the hell are you
doing… ekkoooo jangan sayanggggg, oh God, you’re fucking me Eko, please
stoppppp….” . dan blesssss… kami mnahan nafas.
Eko
sejenak terdiam. Ini berhenti dalam posisi penisnya terbenam seluruhnya
sampai ke pangkal rahim tante. Terasa ujungnya menyentuh dinding2
hangat yang sangat nyaman rasanya. Ia menghentikan aksi dorongnya krn
sudah tidak bisa mendorong lagi. Semua terdiam . kami menunggu reaksi
tante selanjutnya. Eko mulai tampak bimbang dan takut. Mungkin ia
menyadari kenekadannya saat itu dan resiko besar yg akan diterimanya
bila tante marah dan memutuskan melaporkan kami ke om Harso atau lebih
parah, polisi!! Posisi mereka tetap sama, eko menindih tante dari atas
dan penisnya tertancap dalam2.
Setelah bbrp menit, tante mulai buka suara. Ia mulai keliatan tenang dan berusaha menguasai diri.
“eko,
km sadar gk kamu lagi apa sayang? Km udah gaulin tante sayang” suaranya
lirih dan lembut namun terdengar sedih. Dibelainya rambut remaja
tanggung pertama yg berhasil melakukan hal tabu thd dirinya itu.
“enggg,
iya tante” wajah eko keliatan ketakutan sekali dan penuh rasa bersalah.
Namun dia tidak mau menarik penisnya dari dalam liang tante. Tante
mendorong Eko perlahan, penis Eko pun tercabut dari liangnya. Flop!
Mereka
berdua tetap duduk di ranjang. Perkataan tante Ayu selanjutnya membuat
kami shock dan tidak akan kami lupakan seumur hidup kami.
“ya
sudah. Kalau ini yang kalian mau, tante cuman bisa pasrah. Eko sekarang
kamu lanjutkan saja ya, selesaikan apa yg km dah mulai. yang lain ke
luar dulu. Tante akan puasin kalian satu persatu. Tante rela kok. Asal
ini menjadi rahasia kita berempat”
serasa petir
di siang bolong pernyataan itu. Saya dan bambang termangu seperti orang
bego namun perlahan menurut dan beranjak meninggalkan ruangan.
“Bambang dan wawan, tolong liat2 ke luar, tante takut om pulang tiba2”
kami
pun menunggu di luar pintu kamar. Sambil berjalan ragu ke luar kamar,
kami sempat menengok ke belakang, Eko beranjak naik ke kasur sementara
tante menunggu pasrah. Nampaknya tante sudah putus akal gimana
menghadapi kenakalan dan kekurangajaran kami bertiga. Mungkin dengan
cara ini sajalah ia merasa kami tidak akan lagi kurang ajar besok2
terhadap dirinya. Cara yang sangat menguntungkan kami: melayani kami!
Ini lah titik paling berkesan dalam hidup kami dan kami sadari itu. Alangkah beruntung nya kami
dan alangkah kasiannya Oom Harso, istrinya yang cantik jelita sebentar lagi akan dilahap 3 anak tanggung kurang ajar.
Dari
dalam arah kamar terdengar suara rintihan tante dan erangan Eko. Gila
tu anak, emang nekadnya jangan ditanya lagi deh. Tp hari ini segala
kenekadannya membuahkan hasil. Siapa nyana dia berhasil menyetubuhi
wanita secantik, semolek tante ayu? Bahkan untuk mengkhayalkan saja
untuk kami sudah terlalu muluk saat itu. Kami berusaha mengintip tp
sulit sekali karena lubang angin di atas pintu terlalu tinggi dan lubang
kunci terlalu kecil untuk dapat melihat jelas ke dalam. Dari balik
lubang kunci kami hanya bisa melihat kaki Eko di antara kaki tante dan
dalam posisi menggenjot tante. Ouch, Damn lucky bastard!! Pikir kami
saat itu. Tak lama berselang, terdengar Eko menjerit tertahan. Hmm,
selesai juga anak bedebah itu, pikir aku dan Bambang. Untuk beberapa
lama Eko dan Tante terdiam. Kami tidak berani mengintip lagi takut
mereka ke luar kamar tiba2. Tak lama berselang pintu di buka, Eko keluar
dengan tampang lemas tapi puas.
“siapa lagi
tuh?” Seringainya. Aku dan Bambang berpandang2an. Akhirnya Bambang
memberikan kode kepadaku untuk masuk duluan. Dia masih tampak ragu berat
melakukan hal ini walaupun kami semua tau dia sangat menginginkannya.
Dengan
deg2an aku masuk ke kamar. Nampak Tante Ayu baru aja selesai basuh2
dari kamar mandi. Ia mengerling ke arahku dengan wajah sendu.
“kamu mau skarang? Tapi pelan2 ya, tante masih capek.”
Aku cuman mengangguk. Tante memeluk aku dan mencium keningku.
“Mudah2an
setelah ini, kamu gk ngelakuin ini sama siapapun seblum kamu nikah ya.
Tante yakin tante akan menyesal tp tante melakukan ini karena tante
sayang sama kalian.”
“iya tante’ Aku hanya
mengangguk2, tapi tentunya tak sedikitpun mengindahkan ucapan itu.
Selagi ia memeluknya, pandanganku hanya ke arah dadanya yang membusung
indah dan hanya ditutupi daster tipis. Aah, Eko, hebat lo bisa merasakan
tubuh ini pertama kali.
Setelah ‘wejangan2nya’
tante menuntunkku ke arah ranjang. Aku memeluknya dari belakang. Harum.
Ia memegang pinggulku ke arah belakang. Aku melingkarkan tangah membelai
perutnya. Aku menaikkan bagian bawah daster sampai ke pinggang sambil
menciumi lehernya. Tanganku membelai pinnggangnya yg kecil dan liat,
menyelipkan jariku di pusarnya. Mataku sesekali menyapu pandangan ke
sekeliling kamar. Tidak ada perasaan bersalah sedikitpun melihat foto2
tante ayu, suami dan keluarganya. Akal sehatku mati, yg ada hanyalah
keinginan untuk mencetak score pertamaku. Dan dengan wanita secantik dan
semulus itu!!! Tanganku membelai bagian tengah pahanya yg sudah kembali
terbalut celana dalam, meraba tekstur bulu2 halus itu dari balik celana
dalam tipis merupakan pengalaman menarik tersendiri. Jariku mulai
meraba ke arah ‘belahan bawah’. Hmm sudah mulai basah. Andai saat itu
aku sudah pernah merasakan seks, tentunya aku akan terus melanjutkan
foreplay dengan berbagai macam teknik, namun aku tak kuat. Secepatnya
aku dotong badannya agar menekuk dan menungging di pinggir kasur. Aku
pelorotin celana dalamnya. Yang aku liat skarang adalah belahan vagina
yg tertutup bulu2 halus dan pendek. Aku terpana. Ini kah vagina
pertamaku? Seindah ini kah? Pantat tante membulat sempurna, pinggangnya
begitu kecil dan kencang, tidak sedikitpun seperti orang yg pernah
melahirkan 2 anak. Aku memelorotkan celanaku sendiri dan blesssss… aku
seakan hendak berteriak kencang namun bisa mengontrol diri, agar
tetangga tidka mendengar. Tante berusaha meraih kepalaku ke arah
belakang punggungnya, sehingga badannya agak meliuk. Aku mulai
menggenjot, struktur kulit dan tulang di dalam vagina benar2 baru bagiku
saat itu. Aku menggenjot dan menggenjot. Namun tidak sampai 5 menit,
semprotan kencang spermaku tidak dapat lagi aku tahan. Aku menyemprot
dan menyemprot sampai tetes terakhir, semua nya di dalam, tak satupun yg
aku keluarkan. Vagina tante berdenyut kencang sekali, mencengkram
penisku seperti memerasnya. Tak lama aku terkulai lemas. Tante mengambil
tissue dan mengelap liang vaginanya.
“aduuh,, supply nya banyak sekali protein murni deh buat tante hari ini”
wajahnya tetap jenaka, aku memandang tubuhnya sekali lagi seakan tidak percaya. Tante mencium kening ku sekali lagi.
“udah sayang?”
Aku tersenyum lemah.
“sudah tante’
“ok,
kamu sekarang basuh2, terus panggil bambang ya. Lupakan apa yang
barusan terjadi. Tante senang kamu menikmatinya, tante ingin kamu kenang
barusan sebagai sex pertama kamu, tp bukan dengan tante’ aku hanya
mengiyakan.
Giliran selanjutnya tentunya bambang.
Aku menyuruhnya masuk, dan menunggu di luar dengan eko. Di luar dugaan,
bambang berada di dalam lama sekali. Hampir satu jam. Belakangan dia
baru cerita justru anti klimaks, tidak bisa ereksi, mungkin karena
terlalu tegang dan merasa kikuk serta bersalah. Namun akhirnya berhasil
dengan ketelatenan tante Ayu yg sangat tenang dan cool malam itu. Kami
benar2 mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Setelah bambang
selesai, hampir satu jam kami duduk2 di ruang TV menonton acara komedi.
Namun pikiran kami tak satupun yang tau apa isi acara. Terbayang
pengalaman luar biasa ygn baru terjadi.
Beberapa
lama om harso pulang, menemui kami di ruang tamu, memeluk bambang dan
menepuk2 kepala aku dan Eko. Tidak tau apa yang barusan kami lakukan.
Kami pulang dengan perasaan campur aduk.
Setelah kejadian itu, tidak ada lagi acara menyusui walaupun aku dkk berusaha melobi tante untuk melakukannya lagi.
“setelah acara puncak, gk ada lagi acara hiburan’ tolak tante selalu sambil senyum2 genit.
Aku pindah ke luar kota 1 tahun kemudian melanjutkan sekolah SMA di kota lain. Bambang dan Eko masih di kota itu.
Ketika
aku kuliah, sempat sekali pulang dan menelpon tante Ayu, dia sudah anak
3, bambang dan Eko sudah pindah jg. Eko ke Melbourne melanjutkan kuliah
malah. Aku janjian dengan tante di KFC dekat rumah tante. Pulangnya aku
menjemput anak bungsu tante ke sekolah dengan tante jg. Sesampai di
rumah, anak itu langsung makan dan tidur siang. Aku melahap tante Ayu
sebagai nostalgia, pinggangnya sudah lumayan besar dan badannya agak
kendor namun jangan tanya berapa orgasme yang aku dapat sore itu.
Sampai
saat ini (sudah sekitar 13 tahun) kami semua tidak pernah lagi bertemu
Tante Ayu, kecuali bambang. Tentunya dia sudah tua dan tidak lagi
menarik secara seksual. Namun kenangan yang ia tinggalkan pada kami
tidak akan hilang sepanjang masa.





0 comments:
Post a Comment