Sunday, 10 February 2013
First Experience
Nama
saya Indri. Badan saya termasuk cukup bagus untuk ukuran orang indo,
tinggi badan hampir 170 dan berat mendekati angka 60 yang menjadi aset
yang paling berharga adalah ukuran dada saya yang cukup lumayan untuk
orang indo yaitu 36C, oleh karena itulah saya sering menggunakan baju
yang full press body biar kelihatan tampil seksi.
Pada
awalnya saya sebenarnya termasuk anak yang kurang mengerti tentang
seks, semenjak saya berkenalan dengan jenny (bukan asli), saya mulai
mengetahui banyak tentang seks dan nikmatnya seks.
Berawal
dari dia meminjamkan buku tentang seks dan dia cerita tentangnya waktu
"main" membuat saya penasaran ingin tahu tentang seks lebih mendalam,
kemudian dia mengajarkan bermasturbasi dengan berbagai cara yang dapat
memuaskan saya.
Seperti
biasanya kalau malam minggu saya dan teman saya berkumpul di suatu
tempat untuk ngobrol atau sekedar menghabiskan waktu saja, waktu
berkumpul dengan teman-teman, saya memakai baju yang agak terbuka (baju
yang mempunyai model seperti sarung yang cuma dililitkan saja),
dipadukan dengan rok mini.
Setelah
selesai berkumpul dengan teman-teman, biasanya saya ikut teman saya
yang bernama AN untuk mengantarkanku pulang, tapi waktu itu dia tidak
bisa datang karena sedang ada urusan, jadi saya pulang ikut mobil lain.
Di mana semua penghuninya cowok semua 3 orang, ditambah saya menjadi 4
orang, tiga orang itu sebut saja Anton, Dodi dan Anwar (bukan
sebenarnya) kebetulan teman saya naik kijang jadi tidak sempit.
Saya
duduk di tengah bersama Anwar sedangkan, Anton nyetir mobil dan Dodi
duduk di depan. Selama perjalanan Anwar tidak henti-hentinya
memperhatikan paha dan dada saya sesekali Dodi membalikkan muka melihat
paha saya, soalnya waktu itu saya duduk dengan kaki saling menyilang
jadi rok yang saya kenakan agak tertarik dan sengaja saya biarkan.
Lama-kelaman Anwar mulai duduk berdekatan dengan saya dan tangannya
mulai merangkul tubuh saya. Saya masih mendiamkan saja, ternyata
lama-kelaman tangannya sesekali menyentuh dada saya. Setelah saya
perhatikan ternyata Anton bukannya mengantarkan saya pulang tapi malah
ke tempat lain yang daerahnya agak asing bagi saya.
Anwar
ternyata semakin berani untuk mulai meremas dada saya tapi langsung
saja saya tepis tangannya. Tidak lama kemudian Anwar mengulangi lagi
perbuatannya, malah Anwar mulai berani meremasnya dengan kedua
tangannya. Saya mulai curiga bahwa saya mau diapa-apain tapi saya masih
pura-pura tidak tahu. Tiba-tiba Anton meminggirkan mobilnya di jalan dan
Anwar smakin berani meremas dada saya dan mulai menurunkan baju saya
dengan paksa, dengan sekejap baju yang saya kenakan lepas dari badan
saya sedangkan Anton turun dari mobil dan membuka pintu belakang. Saya
disuruh turun dari mobil dengan hanya mengenakan BH saja.
Anton
menekuk bangku tengah dan saya disuruh untuk masuk lewat pintu belakang
mobil, bersamaan dengan itu Anton juga masuk ke dalam mobil bersama
dengan Anwar. Saya langsung disuruh tidur. Anwar langsung menarik BH
saya hingga sobek dan Anton membuka rok saya, lalu merobek celana dalam
saya yang bermodel renda-renda, kini habislah pakaian yang saya kenakan.
Anton langsung menjilati bibir vagina saya dan menusuk-nusuknya dengan
jari membuat saya mendesah-desah tidak karuan. Anwar membuka celana
panjangnya dan CD-nya kemudian langsung keluar "barang" Anwar yang cukup
besar dan berurat (mungkin panjangnya sekitar 19 cm) langsung saja
Anwar memasukkan penisnya ke mulut saya. Saking besarnya masuknya saja
agak kesulitan, tidak bisa semuanya masuk ke dalam mulutku.
Kemudian
Anton menghentikan hisapannya dan mulai membuka celana panjangnya
sekaligus CD-nya. Keluarlah penis yang labih besar dari penis milik
Anwar. Anton mulai merenggangkan kaki saya dan membuka vagina saya
dengan tangannya untuk memasukkan penisnya, ternyata tidak bisa masuk ke
vagina saya tapi Anton terus memaksanya untuk memasukkannya. Anwar
ternyata sudah mau keluar dan dalam hitungan tiga keluarlah sperma Anwar
ke mulut saya, banyaknya bukan main sampai saya terbatuk-batuk. Anton
ternyata mulai bisa memasukkan penisnya ke vagina saya.
Ternyata
(mungkin Anton kesal tidak bisa masuk masuk) dia dengan paksa langsung
menindih badan saya dengan begitu masuklah penisnya ke vagina saya. Saya
langsung berteriak kesakitan (waktu itu saya masih perawan) dan vagina
saya langsung terasa berdenyut-denyut. Anton memaju-mundurkan penisnya,
sedangkan Anwar keluar dari mobil dan kini Dodi yang masuk menggantikan
Anwar. Dodi langsung membuka celananya, mulut saya sudah tidak bisa
berhenti mendesah karena merasakan nikmat bercampur sakit, Dodi langsung
menghisap payudara saya sambil tangannya mengusap-ngusap puting saya,
itu membuat saya semakin tidak bisa berhenti mendesah.
Anton
ternyata sudah mau keluar, dia bilang, "Ayo goyangin lagi", dan
"Croot..., croot..", terasa semburan spermanya di dalam vagina saya.
Anton langsung keluar dan Dodi menggantikan posisi Anton, siap untuk
menyetubuhi saya. Ternyata Dodi mengambil tissu untuk membersihkan
vagina saya. Waktu dilap ternyata terdapat darah. Dodi langsung tanya,
"Elu masih perawan ya", saya diam saja. Setelah bersih, Dodi langsung
memasukkan penisnya ke vaginaku. Penis Dodi tidak sebesar penis milik
Anton dan tidak pula sebesar penis Anwar.
Dodi
memasukan penisnya dengan tidak ada halangan lagi dan membuat saya
mendesah lagi. Anwar ternyata sudah masuk ke mobil dan sudah mengambil
posisi untuk memasukkan seluruh senjatanya hingga tenggelam ke duburku.
Saya sempat berteriak jangan, tapi apa daya, Anwar dengan sekali
dorongan keras memasukkan penisnya ke anus. Jadi kini sudah dua lubang
yang dimasukin penis. Anton masuk lagi ke mobil dan mengambil posisi
untuk memasukkan penisnya ke mulut saya.
sekarang
saya sudah tidak bisa apa-apa lagi, soalnya semua lubang sudah penuh
terisi oleh penis mereka bertiga. Tiba-tiba Anwar menarik keluar
penisnya dari anus saya. Saya pikir dia sudah selesai, ternyata dia
mulai memasukkan penisnya ke vagina saya walaupun vagina saya ada sudah
ada penis Dodi. Dodi berhenti sejenak dan Anwar mulai mendorong masuk
penisnya ke dalam vagina saya, ternyata vagina saya mulai melar dan
sudah bisa menelan masuk penis Dodi dan Anwar, walaupun penis Anwar
masih sebagian kecil saja yang masuk. Dodi menarik keluar sedikit
penisnya dan Anwar mulai memasukkannya sedikit demi sedikit. Saya sudah
tidak tahan, rasanya vagina saya sudah perih dan sakitnya bukan main.
Ternyata
penis Dodi dan Anwar mulai masuk ke dalam vagina saya secara
pelahan-lahan. Sayapun mulai berteriak kesakitan karena kedua penis
mereka yang berada di dalam vagina saya. Ternyata Dodi dan Anwar masih
asyik memainkan penisnya di dalam vagina saya. Ternyata Anwar sudah
tidak sabar, dia menyuruh Dodi untuk mencabut penisnya dan memasukkannya
ke anus saya. Dengan begitu kalau pantat saya, saya turunkan penis Dodi
yang masuk ke anus. Sedangkan kalau pantat saya, saya naikkan penis
Anwar yang masuk ke vagina saya. Tidak lama kemudian keduanya keluar
dalam waktu yang hampir bersamaan, keduanya terjatuh di samping saya.
Saya
berusaha untuk bangun dan membersihkan vagina saya dari sperma mereka
dengan menggunakan tissu. Terasa perih sekali ketika tissu menyentuh
bibir vagina saya. Setelah itu saya diantar pulang ke tempat kost saya.
Saya sudah tidak bisa berjalan dengan benar, soalnya masih terasa perih
di selangkangan saya. Saat turun dari mobil, saya berjalan pelahan-lahan
dan tanpa mengenakan celana dalam dan BH, soalnya sudah sobek ditarik
oleh mereka saat di dalam mobil tadi. Dari vagina saya masih keluar
tetesan darah yang saya tutupi dengan tissu. Ketika sampai di dalam
kamar saya langsung menyiram vagina saya dengan air supaya bersih,
setelah itu saya berpakaian dan langsung tidur. Keesokan harinya saya
bangun dengan keadaan badan yang sangat lelah dan selangkangan saya yang
masih terasa perih.
Setelah
melakukan kegiatan seperti biasanya, saya menelepon teman saya yang
bernama jenny dan menceritakan apa yang terjadi semalam. Dia hanya diam
saja dan bilang hebat juga kamu bisa main seperti itu. Kami lalu janjian
untuk bertemu di suatu tempat untuk menceritakan kejadian semalam
secara lengkap. Selama saya bercerita dia hanya bengong keheranan.
Kemudian
Jenny mengajak saya untuk pergi menemaninya yang mau ketemu temannya.
Setelah sampai di salah satu hotel saya dan Jenny nunggu temannya.
Ternyata temannya itu adalah cowok bule, kami berbincang-bincang
sebentar kemudian dia mengajak kami untuk ke kamarnya.
Sesampai
di kamar ternyata cowok bule itu langsung memeluk Jenny dan langsung
mencium bibirnya. Saya sempat heran karena tiba-tiba mereka langsung
berciuman, tetapi tidak begitu saja, si bule (Brian) langsung dengan
cepat membuka kaos Jenny dan tampaklah payudara Jenny yang cukup
menantang kalau dilihat dari ukurannya, payudara Jenny lebih besar dari
payudara saya. Sekarang saya hanya menonton Jenny dan Brian sedang
saling berburu, melihat keadaan seperti itu membuat selangkangan saya
mulai terasa gatal, tapi saya masih diam saja. Ketika Brian membuka
celananya, terlihatlah ukuran penisnya yang aduhai, panjang dan besar,
mungkin bisa 20 cm lebih ukurannya soalnya lebih besar dan panjang dari
penis Dodi maupun Anwar. Jenny mulai mengurut-urut penis Brian yang
super itu dan memasukkannya ke mulutnya hingga mulut Jenny penuh.
Tiba-tiba
Jenny menghentikan hisapan dan memanggil saya untuk ikut main.Tanpa
menjawab saya langsung membuka baju dan ikut main dalam pertempuran.
Saya mulai menghisap puting susu Jenny dan Brian mulai mengusap-usap
vagina saya, hal itu membuat saya kegeliah dan nikmat walaupun rasa
sakit masih ada bekas kemarin.Ternyata Brian sudah makin ON dan mau
memasukkan penisnya ke vagina saya. Saya langsung menolaknya dengan
alasan kejadian kemarin.
Akhirnya
dia mau mengerti juga. Dia langsung menyiapkan penisnya yang sudah
maksimal dan diarahkan ke vagina Jenny dari belakang soalnya Jenny dalam
keadaan nungging dan saya tetap dalam tugas yang sama yaitu menghisap
payudara Jenny. Brian mulai memasukkan penisnya ke vagina Jenny,
ternyata hampir tidak mengalami hambatan (mungkin sudah terlalu sering)
dan Brian memasukkan semua penisnya ke vagina Jenny, dan semuanya dapat
masuk terbenam di dalam vagina Jenny.
Mulailah
Brian melakukan aksinya dengan maju mundurnya. Tidak lama kemudian
Brian sudah mau keluar. Dia mulai melenguh-lenguh tapi dia bukannya
mencabut penisnya dari vagina Jenny, malah mempercepat tempo
permainannya dan keluarlah cairan putih itu dari vagina Jenny, baru
Brian mencabut penisnya. Dan sayapun sudah keluar karena ulah tangannya
Brian yang bermain di vagina saya. Akhirnya kami bertiga tidur sejenak
di ranjang setelah itu kami kembali mengulanginya lagi sampai 3 kali.
Setelah
selesai saya pulang bersama Jenny naik taksi dan sejak kejadian itu
saya makin dekat dengan Jenny dan sering berbuat seperti itu, tapi saya
kadang-kadang ikut dimasuki, kadang-kadang cuma jadi pemeran samping,
malah saya pernah cuma nonton saja soalnya saya saat itu lagi haid, jadi
puasa dulu.




0 comments:
Post a Comment