Sunday, 10 February 2013
Tetangga Oh Tetangga
Kisah
ini berawal dari kehidupan bertetangga, kebetulan tetanggaku itu
memiliki dua gadis remaja yang satu SMA, sedangkan yang satunya lagi
masih SMP. Mereka tinggal bersama ibu dan pembantunya. Sedangkan aku
saat itu masih SMA di sekolah yang sama dengan gadis tetanggaku. Namaku
Richard sedangkan gadis SMA itu bernama Agnes dan adiknya bernama Tika.
Rumahku
terletak tepat di sebelah rumahnya, rumahku bertingkat dua (ternyata
rumah bertingkat ada gunanya juga yach), sedangkan rumahnya tidak
bertingkat. Kami sering berangkat bareng apabila ingin pergi ke sekolah.
Biasanya aku menunggunya di depan rumahku karena aku sudah mengintai
segala kegiatannya termasuk jam pergi dan pulang sekolahnya. Karena
seringnya kami pergi dan pulang sekolah bersama-sama maka keakraban kami
bertambah dari hari ke hari dan ini merupakan anugrah yang sudah kuatur
dengan baik (atau boleh dikatakan sebagai strategi) karena memang aku
agak menyukainya dari atas ke bawah. Gambaran fisiknya adalah kulit
putih mulus, seksi sekali dengan tinggi sekitar 165 cm dan berat badan
sekitar 55 kg serta busung dada mungkin sekitar 34. Sedangkan aku
bertubuh tinggi atletis tampang keren habis walau tak sekeren bintang
film.
Masa-masa
berteman, kami sangat akrab sehingga dia tidak merasa asing lagi di
rumahku dan sebaliknya sehingga kami sering berduaan baik di rumahnya
ataupun di rumahku yang menimbulkan rasa memiliki yang semakin tinggi.
Hari yang penuh strategi terjadi pada minggu pada saat ia ditinggal oleh
keluarganya ke mall, tinggallah ia sendiri di rumah. Dan karena hari
masih pagi maka ia melakukan aktivitas mencuci bajunya sendiri sedangkan
aku di atas loteng sedang melakukan pengintaian terhadapnya.
Pada
saat dia sedang membungkuk untuk mengambil pakaiannya di dalam ember
terlihatlah sepasang bukitnya yang terbalut BH warna merah (warna
favoritku) runcing ke bawah yang mengakibatkan batang kemaluanku
menegang sedikit demi sedikit memaksa ingin keluar dari CD-ku, ini
diakibatkan karena posisinya yang menghadap ke rumahku. Peristiwa ini
terjadi beberapa kali sehingga mengakibatkan aku terangsang berat.
Sambil terus memandangnya tanpa lepas ternyata aku telah mengeluarkan
batang kemaluanku dari kenikmatan tidurnya dan telah mengurutnya
pelan-pelan, "Ah... ah... ohh", erangku dan mengocoknya dengan
pelan-pelan sambil membayangkan dirinya dapat terlihat lebih seksi lagi,
mengakibatkan aku melayang-layang ke awang-awang. Dan akhirnya setelah
ia selesai menjemur pakaian dia pun pergi mandi.
Wah
ini kesempatan baik nih, langsung saja kuhentikan kegiatan mengintaiku
dan merangsang diriku dan kulanjutkan dengan strategi yang namanya
menyergap lawan pada saat yang tidak diduga. Langsung aku pergi saja ke
rumahnya dan kubuka pintunya perlahan kemudian aku pun telah berada
tepat di depan kamar mandinya. Setelah itu aku mulai melakukan
pengintaian lagi melalui lubang kunci kamar mandinya. Wah tetapi aku
telat datang dan aku telah melihat bahwa dia sedang membelakangiku dan
telah menyirami tubuhnya yang putih aduhai dengan bentuk pantat yang
menungging ke arahku yang memberi kesan siap menerima rudalku.
"Ah...
ah... ohhh", secara tidak sadar aku pun telah mendesah-desah sambil
mengusap batang kemaluanku dengan perlahan. Kugosok pelan tapi pasti
sampai akhirnya tegang berat yang mengakibatkan aku menderita. Akhirnya
kukeluarkan burungku dari sarangnya dan mulai melanjutkan dengan
mengocoknya secara cepat. "Ah.. ah.. ah.. uh.. uh.. oh.. oh.. oh",
desahku setiap aku mengocok kelaminku. Kemudian dia mulai menyabuni
dirinya dan aku sedang menatap kemolekan tubuhnya dari samping. Wow...
bentuk dadanya yang seperti perosotan di kolam renang semakin merangsang
libidoku. Dan secara reflek aku mulai mengocok dengan kencang sambil
membayangkan sedang menyetubuhi tubuhnya yang indah.
"Ah...
ah.. ah... ohhh", desahku, sedangkan ia melantunkan sebuah lagu entah
lagu apa karena konsentrasiku bukan ke sana. Ia mulai menyentuh
payudaranya dan kemudian menyabuninya. "Ohh..." desahku lagi. Ah
seandainya saja itu lenganku, kemudian turun lagi ke perut dan sekarang
ia mulai menyentuh bibir kemaluannya yang masih sedikit ditumbuhi
bulu-bulu. Dan kurasakan kemaluanku ingin mengeluarkan seluruh isi
pelurunya dan langsung kuhentikan kegiatanku. Kemudian dia pun
sepertinya sudah siap-siap keluar dari kamar mandi.
Kemudian
aku pindah dan duduk di depan kamar mandi. Dan ternyata ia lupa membawa
handuk. Dan tanpa sadar ia keluar dari kamar mandi dalam keadaan
telanjang bulat dan pada saat dirinya telah 90 derajat denganku,
langsung saja dia kaget dan kemudian berlari kembali ke kamar mandi.
Buah dadanya terlihat bergetar hebat pada saat dia berlari.
Kemudian dia bertanya padaku, "Kapan kamu datang, kok tidak ketok pintu dulu", katanya.
"Ah mana mungkin kamu bukain, kan kamu lagi mandi", kataku.
"Iya juga yach",
"Tolong dong ambilin handuk di belakang!" kata Agnes.
Kemudian
kuambil handuknya dan kuantar ke kamar mandi, tetapi pada saat dia mau
mengambilnya kupegang tangannya. Wah ternyata cewek habis mandi enak
sekali tangannya disentuh, halus seperti menyentuh kain yang bernilai
ratusan juta rupiah.
"Ah jangan nakal dong", katanya.
"Ah
biarin, kan sama kamu ini. Siapa suruh cakep, coba jelek pasti aku mau
muntah tuh", kataku dan langsung saja kupaksa tubuhku memasuki kamar
mandi.
Dia terlihat sangat kaget,
kemudian secara refleks dia mulai menutupi buah dadanya kemudian
kupandangi wajahnya, wah merah langsung wajahnya karena malu. Kemudian
kupandangi buah dadanya, indah benar dengan puting payudara yang
berwarna pink. Lalu kupandangi liang kemaluannya, serba salah dia
langsung saja menutupi kemaluannya dengan tangannya, kualihkan lagi
pandanganku ke buah dadanya dan dihalanginya pemandanganku dengan
tangannya. Demikianlah kubolak-balikkan pandanganku.
Akhirnya
aku tidak dapat menahan nafsuku yang memuncak, langsung saja kupeluk ia
erat-erat dan mulai kuciumi jenjang lehernya, tanganku memeluk tubuhnya
dengan erat. Dia mulai berontak sedikit tapi terus saja kurangsang ia
dan mulai kujilati lehernya terus ke telinganya dan sebaliknya. Dan
akhirnya ia pun mulai merasakan kenikmatannya sedangkan aku yang sejak
tadi memeluknya dengan erat mulai merasakan sentuhan puting susunya,
putingku juga mulai kurasakan menyentuh sesuatu yang membangkitkan
keperkasaanku.
"Aaah jangan gitu dong, entar keliatan orang..." katanya.
"Aah bodo amat, habis kamu sih nikmat..." kataku.
Kemudian
kutatap matanya dan kemudian mulai kucium bibirnya. Kami saling
menjilat dan berciuman dengan penuh nafsu. Kuputar-putar lidahku di
dalam mulutnya dan saling menjilat lidah lawan. Oh sensasi yang nikmat,
tanganku yang tadinya hanya memeluk badannya mulai kualihkan dengan
mengelus punggung, kemudian kualihkan memegang buah dadanya. "Oh.. oh..
ah.. ah.. ohh..." erangnya pada saat kugenggam dengan penuh nafsu,
kemudian kupilin-pilin puting susunya. "Ahhh", desahnya semakin tidak
karuan setiap kusentuh putingnya.
Kualihkan
ciuman bibir dengan lidah yang terjulur keluar dari lehernya ke arah
puting payudaranya. Setelah sampai mulai kugigit pelan, kuhisap
dalam-dalam dan kuputar-putar lidahku di puting payudaranya. Sedangkan
tanganku yang satunya lagi sedang mempermainkan puting yang lain
miliknya. Sehingga semakin membuat ia mengoceh tak karuan. Tak
kuhiraukan erangan yang diucapkan karena aku sendiri pun mulai
berkonsentrasi menikmati sensasi indah ini. Kemudian tanganku mulai
mengelus ke bawah payudaranya terus ke bawah lagi dan sampailah pada
lubang kenikmatan dan mulai kugosok-gosok. "Sler... sler... sler..."
cairannya mulai keluar. Yang makin membuatku penasaran, ingin menikmati
obat awet muda sehingga kualihkan jilatanku ke arah lubang kemaluannya.
Dan tercium aroma kemaluan wanita yang khas wangi. "Wah ini baru
nikmat", kataku.
Kemudian
kujilat-jilat dari atas ke bawah dan setelah sampai ke klitorisnya
kuhisap-hisap pelan. "Ahhh.. ahhh.. uuuh", erangnya dan ia mulai
mengacak-acak rambutku. Wah semakin blingsatan saja dia ini, kemudian
kuhisap dalam-dalam klitorisnya dan wah reaksinya sungguh tak karuan ia
mulai menjambak rambutku.
"Ah.. ah.. ah.. ooohh.. nikmat sekali Richard..." kata Agnes.
"Ohh.. ohh.. iyaa.. sungguh nikmat cairan awet mudamu..." kataku.
Karena
barangku sudah tegang tidak karuan. Maka kubimbing ia ke tempat duduk
dan kemudian kukangkangkan kakinya dan kupegang rudalku, kugesek-gesek
pelan-pelan dari atas ke bawah atas ke bawah dan kemudian kucium
bibirnya dengan penuh nafsu.
"Ohhh.. ohhh.. ooohh", kemudian kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kemaluannya.
"Awww..." jeritnya.
Tak
kuhiraukan jeritnya karena aku sedang berkonsentrasi menikmati sensasi
terindah ini. Kukeluar masukkan anuku pelan-pelan sedikit demi sedikit
kemudian kucabut lagi begitu seterusnya.
Sampai
akhirnya ia sudah mulai merasakan sensasi seperti yang kurasakan.
Barulah kuhujamkan secara pelan tapi pasti secara mendalam.
"Breek.. crooot, wah pecah nih perawannya... Asyik juga nih cewek gua perawanin..." kataku.
"Awww.. ohhh.. perih Richard", jeritnya.
Kemudian
kuelus lembut rambutnya seperti seorang kakak menyayangi adiknya dan
kusentuh puting payudaranya dan kupilin-pilin nikmat. Untuk membuatnya
melupakan rasa sakit dan menikmati sentuhan yang telah kuberikan.
"Slepp...
sleeep..." bunyi batanganku waktu menggesek liang kemaluannya yang
telah penuh cairan. Kupindahkan kakinya yang tadi mengangkang ke atas
pundakku. Dan mulai kukocok kembali dengan berirama lebih cepat.
"Ahh.. ahh.. ohhh.. ahhh", erangku.
"Yes yes Richard I love you make me fly to heaven darling.." katanya.
Mendengar permintaannya itu semangat seks-ku bangkit kembali, langsung saja kupercepat mengayuh perahu birahiku.
"Richard, Richard", jeritnya.
Sementara
tangannya mulai berusaha memegang tengkukku, pertanda ia mau keluar
nih, langsung saja kutancap lalu kupercepat dan lebih kupercepat.
"Aahh.. aahh", jeritnya dan akhirnya, "Crroott crooot crooot"
"Oohh yees Richard", jeritnya lirih.
Rupanya
Agnes sudah mencapai puncak orgasmenya, sedangkan aku sendiri mulai
merasakan ada yang mulai mendesak di batang kemaluanku dan.., "Croot...
croot... croot"
"Aaahhh..." jeritku dan kemudian aku ambruk sambil memeluknya.
Lalu
kubisikkan di telinganya, "Terima kasih Agnes atas kenikmatan yang
terindah yang telah kau berikan kepadaku semoga kau pun menikmatinya..."
kataku.
"Ma kasih juga telah mengenalkanku pada kenikmatan dunia ini sayang", katanya.
Setelah
beristirahat sekitar 10 menit akhirnya aku pun bangkit dan melihat ke
arah kemaluannya. Ternyata kemaluannya babak belur, darah keperawanannya
dan lendir kenikmatan membasahi ujung lorong kemaluannya. Kemudian
kubersihkan lubang kenikmatan yang telah kurasakan dengan lidahku.
Ternyata rasanya agak anyir dan karena ini perbuatanku, kuanggap ini
adalah hukuman bagiku atas kenikmatan yang telah kudapatkan darinya. Ia
pun kemudian melarangku membersihkan sampai bersih, kemudian ia mulai ke
kamar mandi untuk mandi lagi sedangkan aku membersihkan sisa-sisa
perjuangan kami.




0 comments:
Post a Comment