Ini adalah cerita aku ML untuk yang kesekian kalinya, tentu saja dengan
cewekku. Dia adalah my girl yang paling kusukai, keturunan chinese,
toket ukuran 32. Aku sangat puas tiap kali berhubungan dengannya, sebut
saya namanya Ani.
Ani adalah adik angkatanku, persis setahun di
bawahku. Kumulai berhubungan dengannya setelah kegiatan inisiasi kampus
berakhir. Kumulai dengan sering telepon, main ke tempatnya, dan
akhirnya kupinang dia. Ani mau. Mulai saat itu kami sering keluar
bersama. Ani tinggal dikota ini disebuah rumah kontrakan, bersama dengan
saudara sepupunya dan pembantu, semuanya wanita. Aku sangat
mencintainya, diapun begitu.
Pada suatu malam kuberanikan
mencium bibirnya. Dia suka, lalu langsung kucium lagi dan lebih lama
serta dengan permainan lidahku. Saat itu aku belum terlalu memikirkan
untuk ML, aku terlalu lugu untuk itu, aku hanya menikmati bibirnya.
Setiap kali bertemu dan ada kesempatan aku smooch dia, dan Ani sangat
menyukainya, ini yang pertama untuknya, katanya.
Suatu hari Ani
memintaku untuk menemaninya, dan kami sudah jalan bareng untuk 1 tahun.
Kami sangat mesra sekali dan belum ada pikiran untuk melakukannya.
Sampailah aku di rumahnya, ternyata Ani hanya sendiri. Saudaranya pergi
maen, dan pembantunya dapat jatah balik kampung katanya. Kesempatan ini
tak kulewatkan untuk menciuminya. Ani mengajakku ke kamarnya. Kuawali
dengan ciuman kecil dibibir, lalu semakin panas. Kubaringkan Ani di
ranjangnya, lalu lehernya. Saat aku mulai panas, kuberanikan untuk
meminta izin memegang dadanya, Ani mengizinkan tetapi hanya dari luar.
Dengan lembut kumeremasnya, sambil menciumi bibirnya.
Tapi aku
makin penasaran, kuminta izin untuk merasakan dadanya langsung. Ternyata
Ani meluluskannya dengan satu syarat mataku dipejamkan. Perlahan Ani
membimbing tanganku menuju ke sana. Kenyal sekali dadanya, lalu kucari
putingnya, keras. Aku langsung jatuh cinta dengan dadanya juga, pas
dalam tanganku. Dan dengan sengaja kubuka mataku dan tampaklah payudara
yang indah sekali untukku. Ani kaget ketika melihatku melek, tapi
langsung kukatakan padanya aku sangat menyukai dadanya yang indah, wajah
Ani memerah. Terus kumeremas-remasnya perlahan dan lembut. Ani
tampaknya menyukainya. Kudekatkan wajahku ke dadanya dan kuciumi
payudaranya, kiri dan kanan. Ani tampaknya diam saja. Lalu aku menyusu
padanya, aku nenen padanya.
Dan terdengar lenguhan panjang Ani, "Uh..".
Aku
semakin semangat menikmati dada dan putingnya. Nikmat sekali, sepetinya
nipplenya lumer dalam mulutku. Untuk sesaat kuistirahatkan dadanya.
Kulucuti t-shirt dan branya, Ani tak menolak, Ani topless sekarang. Dan
kuciumi bibirnya.
"Kenapa?" tanyaku.
Ani diam saja dan tangannya masuk ke dalam t-shirtku dan melucutinya.
"Lanjutin donk.. U make me drunk", katanya.
Aku
pun begitu, batinku. Ani bersandar didadaku, tanganku memeluk dadanya
yang kusuka, lehernya kuciumi dan kujilati, Ani sangat menikmatinya.
"Uh.. M..", terdengar dari bibirnya.
Kuturunkan
salah satu tanganku dan kumainkan di daerah selangkangannya, dari luar
celana pendeknya. Ani diam saja. Lalu ku coba memasukkan tanganku
kedalam celananya turun menuju vaginanya, lembab kurasakan. Mulai
kumainkan jariku, perlahan. Dan dengan perlahan pula Ani membuka
selangkangannya, tanganku turun lebih dalam. Ternyata CD-nya sudah
basah.
"Ani.. Kamu sudah horny ya..", tanyaku.
Ani
terdiam dan mulai menciumku dan memainkan lidahnya, ini jawaban 'iya'
untukku. Kusandarkan Ani dan kulucuti celana dan CDnya, sebuah
pemandangan indah dan kali pertama dimataku, vagina dengan rambut yang
tak lebat, basah.
"Ani.. Aku suka vaginamu", kataku.
"Masa..", jawabnya sambil menutupi payudaranya dan wajah memerah.
Masih
dengan ragu-ragu, kudekatkan wajahku ke vaginanya. Kuciumi dan kujilat
perlahan permukaannya. Wow, rasanya aneh namun tidak berbau (padahal
bayanganku pasti bau!). Ani menggelinjang. Lalu kupegang kedua pahanya
dengan erat sambil terus kubenamkan lidahku ke vaginanya. Rasanya asin
namun nikmat. Lalu vagina tersebut aku kuakkan dengan jariku.
Terlihatlah daging merah yang sangat lembut bersama sebentuk daging
kecil yang menggantung dan berkilat-kilat. Itu klitorisnya. Tiba-tiba
kurasakan jenggutan dirambutku yang semakin menekan kepalaku ke
vaginanya. Segera kupercepat jilatanku sehingga mulutku penuh dengan
lendir dari vagina Ani. Kudengar desahan Lina semakin keras. Tangannya
menuntun tanganku untuk meremas payudaranya (32B).
Aku semakin
exciting. Sebenarnya aku belum telalu terangsang tapi semakin ingin tahu
apa yang akan terjadi berikutnya. Terus saja kusedot kuat klitorisnya
sambil kujilat-jilat lubang vaginanya. Tiba-tiba otot pahanya menegang
dan cengkramannya makin kuat disusul dengan 'muncratnya' cairan dari
vagina Ani. Kontan kuhentikan kegiatanku melihat peristiwa tersebut.
What a surprise! Lalu ku jilati sisa cairannya, ternyata aku suka.
Kupandangi rona wajahnya yang memerah. Rambutnya berantakan dengan
bulir-bulir keringat di lehernya. Matanya terpejam, kemudian membuka dan
tersenyum ke arahku.
"Kamu ngapain sih barusan, enak banget..!", desahnya mesra.
"Kamu ga kan mau tau lah", kataku.
"Kasih tau dong ngapain, sampe mulut kamu belepotan gitu", kata Ani sambil tertawa. Kucium bibirnya.
"Ih.. Asin", katanya.
"itu khan punya kamu..", balasku. Dan aku duduk disampingnya.
"Ini yang pertama buatku.., aku suka banget, dan aku sayang sama kamu".
"Aku juga begitu". Lanjutku, "Ini juga yang pertama".
"Aku
nggak nyesel Ko, aku ingin kamu berikan lebih dari ini, aku ingin
punyamu, sungguh", lanjutnya sambil mengelus-elus penisku.
"Ini
sebenernya rahasiaku, tapi aku ingin kamu tahu, aku sengaja bikin
suasana rumah seperti ini, saudaraku pulang ke rumahnya, bukannya maen,
terus pembantuku kebetulan dapet jatah pulang ke kampungnya. Jadi aku
bebas sama kamu. Sekarang cuma aku dan kamu berdua. Aku ingin punya
kamu. Aku cuman tahu hal ini dari cerita-cerita temen, tapi ngga bisa
bayangin yang sebenernya, sekarang aku bisa sama kamu".
Mendengarnya
aku merinding dan suka. Ini kesempatanku untuk melepaskan rasa ingin
tahuku dan aku tak ingiin terlalu lugu lagi. Dan sekali lagi aku terdiam
tapi sangat suka. Lalu kuterkam bibirnya dengan bibirku, lalu tanganku
memainkan tugasnya di toket dan vaggynya. Ani terangsang lagi, lalu
bangun dan menghempakanku ke ranjang. Ani melucuti celana dan CDku, aku
bugil. Penisku yang baru setengah on, dibuatnya fully on. Ani
menjilatinya, seperti lolipop. Dari kepalanya, batangnya dan bijinya.
Nikmat sekali. Kuminta Ani menaruh vaginanya diatas wajahku, lalu
lidahku mulai bergerak.
Pose ini menjadi favorit Ani dalam
foreplay. Kujilati bibir vaginanya, lalu klitorisnya. Kusedot-sedot
perlahan dan sesekali kugigit kecil. Ani pun menikmati penisku,
dijilatinya dan perlahan-lahan dikocoknya. Lalu dimasukkan kedalam
mulutnya dan dikocok. Nikmat sekali, kamu berdua sesekali mendesah dan
melenguh menikmati rangsangan yang saling kami berikan. Rasanya semua
otot pahaku berkedutan menahan nikmat yang kurasakan. Dan sesekali Ani
menggerakkan pantatnya maju-mundur menggesekkan vaginanya di lidahku.
Vaginanya makin basah, dan berkedut, Ani melenguh dan mendongakkan
badannya sambil memegangi penisku, cairan itu keluar lagi, Ani orgasme
kembali. Ani membalikkan badannya dan berbaring diatas badanku. Kami
berdua sama-sama berkeringat, penisku masih ngacung dan belum terpenuhi.
"Donn, nikmat sekali rasanya, aku dapat lagi. Aku ingin malam ini terpuaskan" katanya. Ku peluk dia.
"Ayo mulai lagi" ajakku. Ani menyanggupinya.
Dia
berbaring, kukecup keningnya, kuciumi bibirnya, kujilati lehernya
sambil meremas-remas dadanya. Turun lagi kujilati payudaranya,
kusedot-sedot putingnya dan sesekali kugigit kecil. Ani menikmati
sekali, dan kepalakupun dipeluknya. Setelah puas dengan dadanya, ku
jilati klitorisnya dan ku sedot-sedot vaginannya yang basah lagi.
Kunikmati vaginanya yang merah dan tangan ku meremas-remas dadanya dan
memelintir putingnya perlahan dan lembut. Vagina Ani berkedut lagi,
kugesekkan kepala penisku dimulut vaginanya terdengar desahan lirih
"Uh.." dari bibirnya.
Kubisiki Ani, "Sekarang kau seorang wanita sejati" lalu kucium bibirnya dan penisku mulai masuk ke dalam lubang senggamanya.
"Au.. Sakit..", teriaknya.
"Tenang sayangku, sebentar lagi kamu akan merasa nyaman dan nikmat", hiburku dan penisku masuk.
Kudiamkan sebentar didalam vaginanya, dengan dinding vagina yang berkontraksi, kupeluk Ani.
"Kamu sekarang seorang wanita dewasa, sayang", bisikku.
Dia
mencium bibirku, lembut dan dalam. Dan mulai kukocok vaginanya dengan
penisku itu, perlahan. Hangat sekali didalam sana, basah, licin. Badan
kami yang sudah mandi keringat terasa hangat pula, dan tak lupa kubisiki
dia dengan kata-kata yang erotis, berciuman dan meremas-remas dadanya.
Indah sekali malam itu, erotis. Kukocok vaginanya perlahan-lahan dengan
penisku, kuselingi dengan menyusu pada Ani, serta menciumi ketiaknya
yang mulus. Kugendong Ani dan sodokanku lebih terasa.
"Aku nggak nyesel Donn.., kamu lembut sekali..", katanya sambil terus kusodokkan penisku.
Vagina
Ani makin basah dan terus memijat batang penisku, seakan-akan disedot
olehnya. Terdengar pula suara gesekan vagina dan penis, suara yang
basah. Aku duduk diranjang, Ani mulai mengocok penisku dalam-dalam, dia
hunjamkan pantatnya ke penisku, nikmat sekali. Lalu Ani mengayangkan
badannya, sambil mulutnya meracau nggak jelas. Kulumat habis dadanya
kunikmati putingnya. Kami sangat menikmati dan kami berdua mandi
keringat. Akhirnya Ani mengejang dan memelukku erat lalu membenamkan
penisku dalam-dalam, terasa cairan memandikan penisku dan dindingnya
memijat dan terasa pula menyedot penisku, Ani orgasme lagi, ku balas
dengan kocockanku dan kupeluk dia dan penisku berkedut, crot, spermaku
muncrat di dalam vaginanya, aku duduk memangkunya dan berpelukan, lalu
kucium bibirnya.
"Terima kasih sayang", kataku.
"Aku juga", jawabnya.
Aku berbaring dengan Ani di atasku, penisku masih di dalam, dan kubiarkan mengendur.
"Donn, aku nggak ingin terpisah dari kamu. I love, and I always do", katanya.
"Aku juga sayang", lanjutku.
Lalu
kami tidur bersama, dengan keadaan bugil dan penis ku masih didalam
vaginanya. Ketika subuh, penisku ereksi. Kejadian alami ini membuat Ani
terbangun.
"Don, penis kamu bangun. Lagi yuk", katanya bersemangat.
Langsung
ku lahap bibirnya dan kumainkan lidahku. Kutindih Ani, dan mulai
meremas-remas dadanya. Kenyal sekali sambil memandangi wajahnya, Ani
sungguh cantik dalam hatiku. Aku percaya jika wanita paling cantik saat
bangun tidur. Kami makin panas, vagina Ani makin basah dan berkedut.
Kulanjutkan permainan mulutku ditoketnya. Kulumat nipplesnya dan ku
sedot-sedot toketnya. Ani mendesah dan meracau keenakan.
"Don.. Kocok penismu.. Say", pintanya keenakan.
Perlahan-lahan
kusodok vaginanya dengan penisku, terdengar suara becek yang terkesan
erotis bagiku. Aku paling suka mengocokkan penisku perlahan, sebab
gesekan antara dinding vagina dan penis lebih dapat dirasakan, dan tidak
menyakiti vagina. Peluh mulai keluar dari pori-pori kulit kami, bau
alami kami mulai keluar membuat suasana makin erotis bagiku. Ani
tampaknya mulai menggerakkan pantatnya maju-mundur membalas gerakan
penisku yang juga demikian, tampaknya Ani sungguh menikmatinya, langsung
kubalik posisi kami. Kini Ani diatasku. Kedua tangan Ani bertumpu
didadaku, dan payudaranya kuremas-remas perlahan-lahan dan
kupelintir-pelintir putingnya. Ani memejamkan mata, dan pantatnya
maju-mundur mengocok penisku. Suara becek makin kencang, dan penisku
makin becek pula.
Vagina Ani berkedut kencang, dia memelukku dan berbisik "Aku udah sampe".
Ani sudah orgasme lagi, sedang aku belum.
"Giliranku ya.." balasku.
Kugendong
dia menuju kursi. Ani masih memelukku dan langsung kukocok vaginanya
kembali, Ani menciumi bibirku. Lima menit kemudian aku keluarkan
spermaku divaginanya, nikmat sekali sarapan pagi ini. Kami berpelukan
untuk mengambil nafas sebentar.
"Ani, sungguh kamu nggak menyesal malam ini?", tanyaku penuh keraguan.
"Tidak", jawabnya sambil menciumi bibirku.
Tak
henti-hentinya aku smooch Ani. Akhirnya penisku di cabut dari
vaginanya, tampak sperma dan cairan vagina Ani bercampur, sesaat setelah
kucabut, campuran cairan itu keluar dari mulut vagina Ani yang dihiasi
jembut yang nggak terlalu lebat. Ani menggandengku ke kamar mandi.
"Mandi bareng yuk", pintanya.
Kamar mandinya memiliki shower dan bath tub.
"Ani, kucukurin pubic hair-mu (jembut) ya..", pintaku.
"Kita mandi dulu sayang", jawabnya.
Kami berdua masuk ke shower, tiba-tiba Ani jongkok di hadapanku dan kencing, kulihat dia.. Sexy sekali batinku.
"Say, .. Agak perih nih vaginaku", katanya.
"Mungkin karena baru pertama kali ML, say", jawabku.
Ani mengangguk tanda setuju.
"Walau sakit tapi enak kan?", kataku sambil memeluk dan meremas dadanya.
Kami mandi bersama dan saling membersihkan tubuh, tak henti-hentinya
pula kucumbu Ani. Saat berbilas, sambil diguyur shower, kupeluk tubuhnya
serta kugesek klitorisnya perlahan. Ani menikmatinya dan perlahan
mendesah keenakan, Ani berpegangan di leherku bersandar di dadaku.
Cairan hangat vaginanya bercampur dengan air shower yang agak dingin,
dan tangan ku yang lain meremas-remas dadanya perlahan. Perlahan
kumasukkan jari tengahku dan klitorisnya kukerjai dengan ibu jariku.
Mulai kukocok memeknya dengan jariku perlahan. Tubuh Ani mengejang
keenakan, pahanya menjepit tanganku, putingnya mengeras kembali. Terus
kukocok vaginanya perlahan lalu ku masukkan jari manisku, membantu jari
tengah mengocok. Dinding vagina Ani mulai berkedut kecang, kocokkan
makin perlahan dan mantap klitorisnya tak ketinggalan oleh ibu jariku.
Desahan
makin kencang terdengar disaingi suara shower, "Ah.. Uh.. Mm.. Mm..
Mm..", desahnya sambil bersandar di dadaku penuh kenikmatan. Tubuh Ani
mengejang kembali dan crot, cairan vaginanya muncrat membasahi jemariku,
Ani kemudian menciumi bibirku.
"Enak say..", katanya.
Kami keluar dari shower, mengeringkan diri.
"Jadi nggak dicukur?" tanyaku.
"Boleh" jawabnya sambil mencari pisau cukur.
"Ini cukurannya", katanya.
Kusuruh Ani duduk di tutup closet beralaskan handuk.
"Kugundulin yaa.. vagina kamu", kataku padanya sambil meratakan busa di vaginanya.
"Terserah kamu dech say", jawabnya.
Selangkanganya
yang indah, perlahan kucukur jembutnya dan Ani memperhatikanku. Dan
selesailah pekerjaanku, lalu ku bersihkan dengan tisu basah dan
kukeringkan vaginanya.
"Gimana, suka nggak say..?", tanyaku.
"Suka, kayak masih anak-anak..", jawabnya sambil tersenyum.
"Nah.. Sekarang bonus dariku", kataku sambil menjilati bibir vaginanya dan klitorisnya.
"Don.. Uh.. Mm.. Mm.. Mm..", desahnya memelas keenakan.
Kutatap
Ani, wajahnya memelas dan penuh rangsangan kenikmatan, putingnya yang
kecil kembali mengeras. Ani meremas-remas dadanya serta memencet-pencet
nipples-nya sendiri. Terus ku-oral vaginanya. Aku menikmati vagina Ani,
terutama cairan vagiannya aku ketagihan. Memeknya yang kedutan kurasakan
dilidahku, Ani menjepit kepalaku lalu menuntun tanganku untuk mengerjai
dadanya. Kuremas-remas perlahan dadanya sambil menyedot-sedot
klitorisnya perlahan, tangan Ani menjambak rambutku dan menekannya ke
vaginanya.
Ani semakin keras meracau dan mendesah, "Terus Don.. Terus.. Ah.. Ah.. Uh.. Uh.."
Vagina
Ani makin banjir, beberapa saat kemudian, kakinya menjepit kepalaku dan
sekarang makin kuat lalu vaginya berkedut kencang. Ani orgasme lagi,
tubuhnya mengejang bersamaan dengan itu. Jepitan kakinya kemudian
mengendur. Cairan vaginanya cukup banyak, kubersihkan dengan
menjilatinya sedang Ani keenakan dan mengelus-elus kepalaku. Setelah
cukup bersih ku berdiri, lalu Ani memjilati sisa cairannya dimulutku dan
tanganku meremas-remas dadanya perlahan.
"Don, aku suka oralmu.. Lidahmu itu loh," katanya menyanjungku.
"Trims ya say" ujarku sambil mengendongnya.
"Sarapan yuk", ajak Ani sambil mengenakan lingerie putihnya, dia ga pake daleman, dan aku hanya pakai CDku aja.
Ani menggandengku ke dapur. Dapurnya bersih, bisa buat ML nih, batinku.
"Bikin sandwich aja yah", katanya.
Ani
segera menyiapkan lalu meraciknya. Ani hari itu bikin aku horny terus,
melihatnya meracik makanan bikin aku ON. Penisku ngaceng lagi. Kudekati
dia, ternyata ada timun yang dingin, keluar dari refrigerator, bisa
dipakai nih pikirku. Langsung kusingkap lingerie yang dipakai Ani, dan
toketnya kuremas-remas dan memeknya kukocok dengan tanganku perlahan
lalu penisku kutempelkan di belahan pantatnya. Ani sesaat berhenti
meracik sandwich yang setengah jadi, dia menahan tubuhnya dengan kedua
tangan di tepi meja dan membuka selangkangannya. Memeknya basah lagi,
kutanggalkan lingerienya, dia bugil. Kuambil timun tadi, ga begitu besar
sich dibandingin penisku, perlahan kumasukkan ke dalam memeknya lalu
kukocok, perlahan lalu agak cepat.
Terdengar suara becek, dari vaginanya, Ani pun keenakan, "Oh.. Sh.. Sh.. Sh..", terdengar berkali-kali dari mulutnya.
"Don.. Timunnya dingin.. Dingin.. Enak.. Sh.. Sh..", terus Ani menahan kenikmatan ini.
Lalu,
"Ah.. Don.. Mo.. Keluar.. Nih", katanya sambil mendongakkan kepalanya,
dan cairan vaginanya menetes keluar, beberapa tetesannya jatuh ke
lantai, hingga tangan dan timunnya basah.
"Ani.. Timunnya dimasukin di sandwich yaa.." pintaku.
"Keduluan.. Deh", jawabnya dengan senyum.
Kubersihkan vaginanya dengan kujilati. Timunnya langsung dipotong-potong dan sandwicHPun jadi.
"Kamu dapet ide dari mana, say?", tanya Ani sambil duduk dipangkuanku.
"Pas liat timunnya nganggur aja", jawabku sambil makan disuapi Ani, dan tanganku tak henti-hentinya meremas-remas dadanya.
"Suka ya sama toketku", ujarnya melihat aksiku.
"Dari tadi malem gak berhenti, pegang, pas tidur juga dipegang".
Kubalas dengan menyedot pentilnya kanan kiri.
"Aku minta dessert ya", katanya sambil membuka pintu refrigerator.
Diambilnya
segelas kecil yoghurt, lantas Ani melucuti CD ku, dan penisku yang
ngaceng terus hari itu dielus-elus Ani. Lalu yoghurt itu di minumnya
sedikit dan aku diciumnya, yoghurtnya dipindahkan ke dalam mulutku,
sebagian lagi dituang di penisku. Dingin terasa dipenisku membuat agak
mengendur. Lanjutnya Ani jongkok di depanku dan mulai menjilati penisku,
naik turun, jilatin kepalanya, batangnya dan zakarnya sambil tanganya
mengelus-elus bolaku. Aku mendesah keenakan dan sesekali memejamkan
mataku. Ani perlahan-lahan mengemut penisku, sesekali dimasukkannya
seluruh batang dalam mulutnya.
"Argh..", desahku kencang saat
lidahnya memainkan kepala penisku yang besar sambil tanganku mengelus
rambutnya yang hitam panjang. Terdengar suara sepongan Ani dipenisku,
spluk.. Spluk.. Spluk.. Penisku yang gundul dilibasnya, demikian pula
kedua bolaku. Sentuhan bibir, tangan dan lidahnya sungguh terasa di
penisku yang gundul.
"Argh.." desahku sambil mendongakkan
kepalaku dan menyodokkan penisku di dalam mulut Ani, saat lidahnya
menggosok kepala penisku sambil dia menyedotnya. Spluk.. Spluk.. Spluk
terdengar kocokannya, Ani menikmatinya, seperti dapat mainan baru.
Kemudian
sekali lagi, "Argh..", teriakku sambil menekan kepala Ani dipenisku
penisku mengeluarkan sperma, lima kali berkedut. Ani mendesah hingga
getarannya terasa dipenisku lalu Ani menikmati vla yang keluar dari
penisku itu. Ani menunjukkan pejuku yang ada dimulutnya, kemudian dia
telan.
"Mmm.. Kaya putih telor..", katanya sambil menjilati
penisku menikmati sisa pejuku, dan aku mengelus-elus kepalanya. Lalu
penisku mengeras kembali merasakan rangsangan lidah Ani di penisku.
"Lho.. Bangun lagi..", Ani keheranan.
Ani
berdiri lalu menuntun tanganku mengelus memeknya yang gundul
diklitorisnya sambil berkata, "Mau dimasukin ke sini?", tanyanya.
Kujawab
dengan menggerakkan jari tengahku di klitorisnya, Ani memejamkan mata
dan kedua tangannya ditaruh di pundakku. Aku berdiri dan menciumi
bibirnya yang masih ada sisa pejuku, dan kumainkan lidah ku. Lalu Ani
kubaringkan ditengah meja makan, kami naik di atasnya. Kubuka
selangkangannya, Ani melihat pasrah, ku gesek klitorisnya dengan kepala
penisku, Ani memejamkan mata dan mendesah, dan perlahan kumasukkan ke
dalam memeknya yang masih agak sempit berwarna merah segar, slep..
Penisku disedot memeknya dan terdengar suara becek. Kusodok memeknya
perlahan lalu lebih cepat, suara becek divaginannya dan benturan biji
pelerku terdengar bersamaan. Ani menggenggam tanganku yang menahan
badanku sambil mendesah liar keenakan.
"Sh.. Sh.. Ah.. Ah..
Ah.. Oh.. Yeah.." desahnya sesekali mendongakkan kepalanya saat penisku
mentok di dalam memeknya, menyentuh mulut rahimnya.
"Terus.. Lebih.. Cepat..", pintanya nggak sabar.
Sesaat
kemudian, kuputar badannya Ai dengan penisku masih di dalam memeknya,
kuajak dia doggy. Langsung kukocok memeknya, sambil tanganku
meremas-remas toketnya yang udah mengeras pentilnya.
"Ergh.. Argh..", desah Ani agak berat.
"Kocok.. Memekku.. Sampe.. Penis.. Kamu.. Patah.. Sh.. Sh..", sesekali kupukul pantatnya kiri kanan.
"Argh.. Kamu.. Mulai.. Nakal.. Donnie.. Sh.. Sh.." Ani meracau.
Peluh mulai keluar dari pori-pori kulit kami, terus kusodok memeknya dan sambil kujambak rambutnya. Ani makin liar mendesah.
"Argh..
Ah.. Sh..", berkali-kali keluar dari mulutnya, dan dinding vaginanya
terasa mulai menyedot penisku. Kucabut penisku sebentar.
"Cepet masukin lagi..", pintanya penuh nafsu.
Aku
turun dan duduk terbalik dikursi makan. Ani tahu aku mengajaknya
dikursi, dia menghampiri dan perlahan memasukkan penisku dilubang
senggamanya. Ani mulai bergerak naik turun, kursinya pun ikut bergerak
dibandingkan meja. Memek Ani makin banjir, suara becek makin terdengar,
rambut Ani acak-acakan, akupun netek padanya dan kumengikuti irama
goyangan pantatnya kugerakkan pantatku berlawanan, kusedot-sedot
pentilnya sesekali kugigit kecil. Jika kugigit pentilnya, Ani makin gila
menggoyangkan pantatnya. Peluh dan aroma tubuh kami bercampur dengan
nafsu dan desahan makin membuat kami bersemangat. Slep.. Bless.. Cplok..
Cplok.. Cplok irama persetubuhan kami sungguh indah hingga saya
ketagihan.
"Aduh say aku nggak tahan lagi ingin keluar.. Kamu
hampir keluar belum say.. Aduh say.. Enak.. Yang cepat say.. Sh.. Ah..
Aduh sayang.. Terus.. Ah.. Enak say.., nikmat sekali.. Rasanya ingin
keluar say, nikmatnya, terus.. Yang cepat.. Aduh saya nggak tahan ingin
keluar..", Crett.. Cret.., kulihat Ani terkulai lemas dan memeknya
kurasakan semakin licin, sehingga pahaku basah oleh cairan memeknya yang
keluar sangat banyak. Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin
keluar, apalagi mendengar desahan-desahan yang erotis pada saat Ani akan
orgasme.
"Aduh, sayang, aku kalah lagi nih, udah mau orgasme!", cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Ani.
Aku
masih terus menggenjot memeknya. Wajah Ani terlihat pucat karena sudah
keseringan orgasme. Melihat wajah cantik yang melemah itu, genjotanku
dipercepat.
"Sayang, saya mau keluar nich..".
"Keluarkan di dalam aja sayang, kita keluarin bersamaan, Ani juga mo keluar lagi."
Dan Akhirnya spermaku mendesir ke batang zakar dan aku mencapai orgasme yang diikuti pula dengan orgasme Ani.
"Ough.. Saya sampai nih.. Ah..", Crot.. Crot.., air maniku keluar dengan derasnya ke dalam memek Ani, Ani pun menikmatinya.
"Akhirnya saya berhasil membuatmu mencapai puncak kenikmatan sayang," kata Ani sambil memeluk dan menciumi bibirku.
Terasa
nikmat, licin, geli bercampur jadi satu menjadi sensasi yang membuatku
ketagihan. Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama sama
melepaskan air mani kami. Ani menyandar di tubuhku setelah itu. Kami
beristirahat sebentar mengumpulkan kembali tenaga kami. Ternyata hari
sudah mulai siang.
*****
Sore ini rencananya
pembantunya kembali. Siang itu kami berdua menghabiskan waktu untuk
ngobrol dalam keadaan bugil, saling oral dan orgasme bersama dalam
posisi 69. Hari menjelang sore, kami berdua mandi bersama dan saling
rangsang. Setelah mengeringkan diri, Ani kugendong menuju tempat tidur
dan kubaringkan.
Selanjutnya kubuka selangkangannya dan kumulai
oral di vaginanya, Ani mengelinjang keenakan dan menekan kepalaku ke
vaginanya. Kujilati klitorisnya, kumainkan lidahku di sana bergerak
melingkar-lingkar, naik-turun, dan sesekali kusedot lembut klitorisnya
serta gigitan kecil yang membuatnya sesekali mendongakkan kepala dan
badannya. Vaginanya sudah mudah banjir, karena rangsangan lidahku
memeknya sudah kebajiran dan bibir vaginanya kedutan. Kutangkupkan
mulutku menutupi vaginanya, kusedot kuat-lemah bergantian sambil
kujilatin klitorisnya dan kutusuk-tusuk lubang senggamanya, Ani makin
keenakan.
Desahan-desahan lirih yang terdengar dari mulutnya
tiba-tiba berseru, "Argh.. Argh..", Ani orgasme, kontan tengannya
menekan kepalaku dan kakinya menjepit kepalaku.
Kusedot kuat-kuat vaginanya. Setelah selesai, Ani melepaskan jepitannya dan tangannya, terkulai lemas.
Kudekati dia, dan berbisik, "Aku masuk yang terakhir hari ini yaa.." sambil meremas-remas payudaranya.
Kemudian
kujilati kupingnya, turun ke lehernya, bibirnya dengan tanganku
memainkan toketnya kanan dan kiri, tak lupa putingnya. Ani pasrah dengan
kedua tangannya memelukku. Lalu aku nenen, kuemut-sedot putingnya,
tanganku memegangi penisku agar siap menusuk memeknya. Dan slep..
Perlahan penisku masuk ke vaginanya, Ani mendesah panjang "Aah.." dengan
tempo lambat ke cepat kukocok memeknya dengan penisku sambil nenen Ani.
Selain tangannya memelukku, kakinya menjepit pinggangku serta pantatnya
bergerak berirama dengan pantatku.
"Ah.. Ah.. Ah.. Sh.. Sh..
Oh yeah.. Oh.. Harder..", desah Ani, dan kukocok lebih keras memeknya
dan suara becek makin terdengar seiring dengan suara benturan biji
penisku. "Slep.. Slep.. Slep.. Cplok.. Cplok.. Cplok.." kami berdua
mulai berkeringat. Dinding vagina Ani terasa sangat lembut, berkedut dan
menyedot batang penisku kuat. Kami keenakan.
"Don.. Mo.. Sampe.. Lagi..", desahnya di kupingku.
"Bareng.. Ya.. Hunny", jawabku.
Kocokan
kuperdalam, dan beberapa menit kemudian Ani mengejang, didni vaginanya
berkedut kuat, dan cairan vaginanya membanjiri penisku mulai dari topi
bajanya. Sesaat kemudian, "Aargh.." aku orgasme juga.. Kupeluk erat Ani.
Aku memutar badanku sehingga Ani di atasku dan berbaring, penisku masih
tertancap di dalam vaginanya.
Kami sangat menikmati hari itu,
sorenya aku pulang setelah pembantunya kembali. Setiap ada kesempatan
kami ML, baik indoor atau outdoor. Sejak itu kami selalu bersama seperti
pengantin baru.
Besok siangnya Ani meneleponku untuk datang ke rumahnya (kini Ani
tinggal bersama orang tuanya, orang tuanya beli sebuah rumah di
perumahan yang cukup mewah), dia butuh teman katanya. Sesampainya aku
disambut dengan pelukan hangat dan ciuman di bibirku.
"Temenin aku, ya Hunny. Nanti malam Papa Mama baru kembali", katanya manja sambil mengelus-elus kemaluanku.
"Baik,
Hunny", jawabku sambil menjilati bibirnya dan meremas-remas dadanya dan
mengelus putingnya perlahan, Ani memejamkan matanya.
Kami
masuk ke rumah, rumah itu benar-benar sepi dan juga lingkungannya. Ani
membuatkan minuman untukku, lalu aku keluar ke taman dibelakang rumah.
Sejuk sekali ditempat ini, aku duduk diatas kursi tangan panjang,
dibawah sebuah pohon. Ani datang dan menaruh minumannya di meja kecil,
lalu dia duduk dipangkuanku. Hari itu Ani memakai tank-top dan rok mini,
rupanya sayangku tak memakai branya. Sedang aku memakai celana pendek
dan t-shirt.
Kupangku, sayangku ini.
"Ko kamu sendirian, emang pada pergi kemana?" tanyaku.
"Kondangan, sepupunya Mama anaknya ada kawinan", jawabnya, sambil menangkupkan tanganku di dadanya.
Perlahan
kuremas-remas dadanya dan kuelus-elus putingya dengan ibu jariku sambil
kuperhatikan sekeliling yang sepi dan cukup aman, kuberanikan untuk
menanggalkan tank-topnya.
Ani menyandarkan kepalanya di pundakku, sambil berbisik, "Hunny, ML yuk disini", dengan nafas yang mulai berat.
Mulai
kumainkan lidahku di dadanya yang sangat kusuka. Kubenarkan posisinya
sehingga dadanya menghadap wajahku, kuciumi bibirnya sambil kumainkan
lidahku.
"Kamu horny dari tadi ya, Hunny", kataku padanya, Ani hanya tersenyum.
Kutusuk
mulutnya dengan lidahku, kugosok-gosok langit-langit mulutnya perlahan
dan kuadu lidahnya. Lalu turun ke lehernya, Ani memejamkan matanya
menikmati rangsanganku. Turun ke dadanya perlahan kuciumi,
melingkar-lingkar sekitar putingya, kemudian kujilat putingya yang
mengeras perlahan, kiri kanan. Kujilati putingnya melingkar-lingkar,
kugerakkan lidahku naik-turun, kiri-kanan. Ani mengacak-acak rambutku
kemudian memeluk kepalaku erat sambil mendesah kenikmatan. Dadanya
memerah karena sedotanku, kucupang kecil di kanan dan kiri. Kududukkan
Ani, sambil membuka selangkannya. Ani duduk, kusingkap roknya, vaginanya
sudah basah, rupanya sayangku memakai g-string. Kusibak CDnya sedikit,
tampak klitorisnya basah pada vagina yang gundul, kugesek sedikit dengan
ibu jariku, dan "Uh.." Ani mendesah. Kutanggalkan CDnya, tampak belahan
merah yang basah.
Aku jongkok, kubuka selangkannya kujilati
perlahan klitorisnya, Ani memegangi kepalaku dan mendesah keenakan "Oh..
Ya.. Uh.. Ya..".
Aku menikmati vagina Ani, terutama cairan
vaginanya, aku ketagihan. Memeknya yang kedutan kurasakan di lidahku,
Ani menjepit kepalaku lalu menuntun tanganku untuk mengerjai dadanya.
Kuremas-remas perlahan dadanya sambil menyedot-sedot klitorisnya
perlahan, tangan Ani menjambak rambutku dan menekannya ke vaginanya.
Ani
semakin keras meracau dan mendesah, "Terus Hunny.. Terus.. Ah.. Ah..
Uh.. Uh..", Ani menggelinjang keenakan dan menekan kepalaku ke
vaginanya.
Kujilati klitorisnya, kumainkan lidahku di sana
bergerak melingkar-lingkar, naik-turun, dan sesekali kusedot lembut
klitorisnya serta gigitan kecil yang membuatnya sesekali mendongakkan
kepala dan badannya. Vaginanya sudah mudah banjir, karena rangsangan
lidahku memeknya sudah kebajiran dan bibir vaginanya kedutan.
Kutangkupkan mulutku menutupi vagianya, kusedot kuat-lemah bergantian
sambil kujilatin klitorisnya dan kutusuk-tusuk lubang senggamanya, Ani
makin keenakan.
Desahan-desahan yang terdengar dari mulutnya tiba-tiba, "Argh.. Argh.. Aku keluar, Hunny".
Ani
orgasme, kontan tengannya menekan kepalaku dan kakinya menjepit
kepalaku. Kusedot kuat-kuat vaginanya. Setelah selesai, Ani melepaskan
jepitannya dan tangannya, terkulai lemas. Tampak peluh keluar dari
keningnya, aku duduk di sampingnya yang masih mengangkangkan
selangkangannya. Kuciumi bibirnya, dan meremas-remas dadanya. Kulihat
vaginanya masih basah olah cairan kewanitaannya bercampur dengan liurku.
"Sekarang giliran kamu", katanya, sambil berdiri menanggalkan rok mininya.
Ani
sudah bugil, perlahan melucuti pakaianku, hanya tinggal CD putihku
dengan dedeku yang sudah ON. Ani menciumi bibirku, memainkan lidahnya
sehingga beradu dengan lidahku. Turun keleherku, ke dadaku, putingku,
akhirnya penisku. Dilepaskannya CD ku dan dilemparkannya dimeja. Ani
menjilatinya, seperti lolipop. Dari kepalanya, batangnya dan bijinya.
Nikmat sekali. Lanjutnya Ani jongkok di depanku dan mulai menjilati
penisku, naik turun, jilatin kepalanya, batangnya dan zakarnya sambil
tanganya mengelus-elus bolaku. Aku mendesah keenakan dan sesekali
memejamkan mataku. Ani perlahan-lahan mengemut penisku, sesekali
dimasukkannya seluruh batang dalam mulutnya.
"Argh..", desahku
kencang saat lidahnya memainkan kepala penisku yang besar sambil
tanganku mengelus rambutnya yang hitam panjang. Terdengar suara sepongan
Ani dipenisku, spluk.. Spluk.. Spluk.. Penisku yang gundul dilibasnya,
demikian pula kedua bolaku. Sentuhan bibir, tangan dan lidahnya sungguh
terasa di penisku yang gundul.
"Argh.." desahku lagi sambil
mendongakkan kepalaku dan menyodokkan penisku di dalam mulut Ani, saat
lidahnya menggosok kepala penisku sambil dia menyedotnya. Spluk..
Spluk.. Spluk terdengar kocokannya, Ani menikmatinya.
Kemudian, "Argh.." teriakku lagi sambil menekan kepala Ani di penisku hingga penisku mengeluarkan sperma, lima kali berkedut.
Ani mendesah, "Mmm.." lalu Ani menikmati mani yang keluar itu. Ani
menunjukkan pejuku yang ada di mulutnya, kemudian dia telan.
"Mmm..
Enak.." katanya sambil menjilati penisku menikmati sisa pejuku, dan aku
mengelus-elus kepalanya. Lalu penisku mengeras kembali merasakan
rangsangan lidah Ani di penisku.
"Udah ON lagi nich, si 'kecil'. Pengen ngebor ya", katanya nakal.
Ani
berdiri, dari selangkangannya tampak cairan vaginanya mengalir ke
pahanya. Kusuruh dia berbaring dikursi, Ani berbaring dan mengangkangkan
kedua kakinya. Vaginanya banjir, rupanya my Hunny horny banget.
Kujilati cairan vaginanya dan sedikit menyedot klitorisnya. Terasa
vaginanya kedutan. Kuberdirikan Ani, kugesek klitorisnya dengan kepala
penisku, Ani memperhatikan dengan rangsangan nikmat divaginanya.
Perlahan kusodokkan ke dalam pussy-nya yang udah soaking wet (banjir),
sambil mengangkat salah satu kakinya dan Ani memelukku. Kepalaku
dipeluknya, penisku pun mulai kusodokkan perlahan.
Ani mulai
mendesah kenikmatan sambil memejamkan matanya. Bibirku pun bekerja,
kuciumi lehernya dan sesekali kujilati, naik-turun ke dadanya juga,
kanan-kiri kusedot-sedot putingnya. Ani semakin keenakan dengan nafasnya
yang berat. Peluh mulai bercucuran seiring dengan sodokanku yang
semakin kencang. Slep.. Bless.. Cplok.. Cplok.. Cplok irama
persenggamaan kami ditambah aroma tubuh kami yang membuat libido semakin
meninggi.
"Sh.. Sh.. Ah.. Ah.. Ah.. Oh.. Yeh..", Ani semakin menggila, sesekali rambutku dijambaknya.
Vaginanya
semakin basah dan berkedut-kedut seakan-akan memijat penisku, nikmat
sekali. Sesekali udara bertiup, sedikit mendinginkan suasana yang panas.
Aku duduk, Ani mengambil posisi jongkok dihadapanku, vaginanya melahap
penisku yang berkepala besar. Ani memasukkan perlahan ke dalam
pussy-nya, merasakan kenikmatan gesekan penis dan dinding vagina dengan
memejamkan matanya. Ani berpegangan pada sandaran punggung kursi taman.
Perlahan Ani menggerakkan pantatnya naik turun, deng kedua tanganku
memegangi dan mengerjai boobsnya.
"Argh..", desahku keenakan
merasakan persenggamaan ini, dengan irama kocokan yang semakin cepat,
suara gesekan dan benturan yang basah.
Ani makin liar mendesah
"Argh.. Ah.. Sh..", berkali-kali keluar dari mulutnya, dan dinding
vaginanya terasa mulai menyedot penisku.
"Aduh say aku nggak tahan
lagi ingin keluar.. Aduh say.. Enak.. Say.. Sh.. Ah.. Aduh sayang.. Ah..
Enak say.., nikmat sekali.. Rasanya ingin keluar say, nikmatnya,
terus.. Aduh saya nggak tahan ingin keluar..", desah Ani yang merasakan
g-spotnya tergesek dengan posisi dia di atas, kulihat Ani terkulai lemas
memelukku dengan kondisi jongkok dan memeknya kurasakan semakin licin,
sehingga pahaku basah oleh cairan memeknya yang keluar sangat banyak.
Sebenarnya aku juga sudah nggak tahan ingin keluar, apalagi mendengar
desahan erotis pada saat Ani akan orgasme.
"Aduh, sayang, aku kalah lagi nih, udah mau orgasme!", cairan hangat terasa masih mengalir dari dalam vagina Ani.
Giliran
aku menggenjot memeknya dengan dia masih jongkok didepanku. Demi
melihat wajah cantik yang sayu itu, genjotanku dipercepat.
"Sayang, saya mau keluar nich..".
"Keluarkan di dalam aja sayang, kita keluarin bersamaan, Ani juga mo keluar lagi."
Dan akhirnya spermaku mendesir ke batang penisku dan aku mencapai orgasme yang diikuti pula dengan orgasme Ani.
"Ough.. Saya sampai nih.. Ahh..", croot, air maniku keluar dengan derasnya ke dalam memek Ani, Ani pun menikmatinya.
Ani
terduduk dalam pangkuanku, kurasakan vaginanya berkedut seakan-akan
memeras sisa pejuku. Kami berdua bugil di taman, di bawah pohon
melakukan persenggamaan. Saat itu aku tak perduli walaupun ada bagian
dari taman yang langsung ke jalan perumahan, walau tertutup oleh
sederetan tanaman yang cukup rapat.
"Asik yaa ML di taman" kata Ani padaku.
Aku
terdiam mengelus-elus punggungnya yang mulus. Selama 10 menit kami
dalam posisi ini, lalu Ani duduk disampingku, menjilati penisku yang
sedikit mengendur lalu membersihkannya dengan CD nya, setelah itu
giliranku menjilati bibir vaginanya dan melapnya dengan CD-nya tadi. Aku
minum, kukumpulkan pakaian kami lalu kami masuk ke rumah dalam kondisi
bugil dan kugendong Ani di punggungku.
*****
Malamnya
aku pulang, setelah menemani dan melayani Ani hari itu. Setelah aku
menutup pintu gerbang, Ani masuk. Sesaat aku akan menghidupkan mesin
motorku, seorang wanita tetangga seberang rumah (selang 1 rumah
diseberang rumah Ani) memanggilku.
"Mas, sini sebentar" katanya.
Tanpa
pikir panjang aku mendekatinya. Kulihat seorang wanita chinese muda,
memang kebanyakan yang tinggal di kompleks itu warga keturunan, yang
cukup sexy. Wanita itu memakai kaos ketat dan rok mini.
Wanita ini mendekatiku, "Kamu pacarnya Ani, ya?" tanyanya.
"Kamu tadi ML di taman sama Ani khan, aku lihat loh..", ujarnya dengan senyum yang menggoda.
Kontan aku kaget, ternyata ada yang melihat persenggamaan kami.
"Nggak usah takut", lanjutnya sambil memegang salah satu tanganku.
"Masuk ke dalam dulu yuk", ujarnya sambil mencabut kunci kontak motorku.
Dengan
pasrah aku mengikutinya. Dia langsung mengajakku duduk di ruang tengah.
Rumahnya mirip punya Ani, tetapi penataan ruang yang berbeda.
Sebelumnya dia memperkenalkan diri, namanya Sherly, single, 26 tahun.
Didalam rumah aku dikenalkan dengan wanita lain, Helena adiknya, mulai
kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta, Poppy adik keduanya, masih
kelas 2 smp, dan Airin, orang sunda temannya yang tinggal bersama
mereka. Aku dikenalkan sebagai pacarnya Ani tetangga mereka, saat mereka
tahu itu, mereka tersenyum nakal padaku. Mbak Sherly, tapi aku disuruh
memangilnya Ci Sherly, menggandengku ke dapur. Kubantu dia membuat
minuman popcorn, walau aku masih bingung dan cemas, lalu dia membuka
pembicaraan.
"Nggak usah takut, aku udah kenal Ani cukup baik
dan dia sering main ke sini. Dan sering cerita masalah sex dengan
kita-kita. Dia juga cerita tentang persenggamaannya dengan pacarnya,
yang dia nggak bisa ngelupain untuk selamanya, dan ternyata itu kamu."
Gila ternyata dia cerita sama orang lain, batinku.
"Terus tadi
waktu aku jalan-jalan nggak sengaja melihat kalian, aku horny dech.
Pengen ngerasain punya kamu", sambil Sherly mendekatiku dan
mengelus-elus kemaluanku.
"Tenang, Ani ngga bakalan marah, kok. Kami berlima dengan Ani pernah pesta oral sex bersama setelah dia kamu perawanin."
Aku
hanya tersenyum. Lalu kami berlima menonton acara TV HBO yang pas pada
waktu itu ada adegan panasnya, dan aku curi pandang sama keempat wanita
itu, terutama Sherly, rasanya dia nggak tenang dan gelisah sepertinya
dia sudah terangsang akan adegan itu, ditambah ada aku duduk di
sampingnya. Tiba-tiba Sherly berbisik mengajakku ke kamarnya yang ada
pas di belakangku duduk.
"Donnie temenin Sherly malam ini
sayang, aku sudah lama sekali nggak dijamah sama laki-laki", ujarnya
sambil memelukku dan memohon.
"Yah sayang? Mau kan?", katanya lagi.
"Ii.. Ya", jawabku gugup.
Di kamar, Sherly rupanya gak bisa nahan lagi nafsunya dia langsung
mencium seluruh tubuhku lalu kami berdua tanpa terasa sudah seperti
sepasang kekasih yang sudah lama pisah, hingga kami berdua sudah
setengah bugil, aku tinggal CD dan Sherly tinggal BH dan CDnya. Dia
menari-nari di depanku untuk membangkitkan gairahku, semakin bernafsu.
"Wah..!
Gile bener nih. Sungguh indah tubuhnya, payudara yang lumayan besar,
kencang dan sekel sekali, pinggulnya yang sexy dengan pantat yang
runcing ke atas, enak kalau dientot dari belakang? Terus yang paling
menggiurkan lagi memeknya masih bagus dan bersih, gundul lagi kaya punya
Ani." Itu gerutuku dalam hati sambil melihat Sherly menari-nari.
Sherly
langsung menindihku lalu mencium bibirku dengan ganasnya lalu aku juga
membalasnya, menggesek-gesekkan pussy-nya sama penisku yang mulai
tegang, juga kedua boobs-nya ke dadaku.
"Oh.. Trus, gesek.. Goyang.. Ah..", desahku keenakan.
"Donnie cayang itu dedekmu udah bangun yah, rasanya ada yang menganjal di vaggyku, sayang", katanya.
Lalu
tanpa ba bi Bu kami langsung melakukan 69, dengan jelas terlihat vagina
Sherly yang merah merekah dan sudah sangat basah mungkin terangsang
banget karena tadi habis menggesek-gesekkan pussy-nya ke penisku dan
melihatku ML sama Ani, lalu kujilat, mencium dan menghisapnya
habis-habisan, kupermainan klitorisnya hingga Sherly mengerang keenakan,
"Oh.. Enak.. Cayang.. Makan memekku yah..". Begitu juga dengan aku,
penis rasanya udah gak tahan banget pengen masuk ke lobang
kenikmatannya.
"Oh.. Ya.. Trus.. Yang cepet kocokkannya..".
Slup.. Slup suara kontolku didalam mulutnya, Sherly cukup ahli dalam oral penisku.
"Donnie memekku udah gak tahan lagi udah cepet lepasin, cepet masukin aja kontol kamu, sayang", Sherly meringis memohon.
Kemudian
aku mengambil posisi diatas dengan membuka selangkangannya lebar lalu
aku angkat ke atas dan mulai memasukan pennyku ke dalam vaggynya. Slep..
Bles..
"Aw.. Sakit..", rintihnya, "Pelan-pelan sayang, memekku sudah lama gak dientot..", sambungnya.
Aku
terdiam sebentar dan merasakan vaginanya meremas-remas batang penisku,
sambil aku nenen mengisap-isap nipplesnya yang nganggur.
Selang beberapa menit, "Nah Donnie sekarang kamu boleh masukin dan entot memekku ampe puas yah"
"Baik, sayang", jawabku.
Memang bener rupanya udah lama gak dimasukin, terbukti remasannya masih kuat persis punya Ani.
"Donnie, genjot dan kocok memekku cayang?", pintanya.
Lalu
aku mulai memasuk-keluarkan kontolku dari lambat sampai keras dan cepat
sekali terdengar suara senggama kami suara becek makin terdengar
seiring dengan suara benturan biji penisku slep.. Slep.. Slep.. Cplok..
Cplok.. Cplok.. Sherly mengerang dan mendesah.
"Uh.. Ah.. Ah..
Sh.. Sh.. Oh yeah.. Oh.. Harder.. Oh.. Ah.. Enak.. Kontol kamu Donnie,
akhirnya ngerasain lagi kontol.. Truss.. Entot memekku.. Ka.. Ya..
Kamu.. En.. Totin.. A.. Ni..", ceracaunya.
"Uh.. Oh.. Ah.. Enak.. Memek Sherly seret sekali.. Kaya memeknya Ani", timpalku.
Tiba-tiba, "Cayang.. Aku mo keluar nih.. Kontol kamu hebat..", akhirnya Sherly orgasme duluan crot.. Crot.. Crot..
Banyak sekali cairan yang ada dalam memeknya, rasanya penisku hangat sekali.
"Aku ju.. ga mo keluar nih..", kataku, "Dimana keluarinnya..?" tanyaku.
"Di dalam memek Sherly aja, Donnie.. Pleeaze!! pengen air mani kamu yang hangat..", pintanya.
Dan "Aargh..", erangku dan penisku berkedut didalam vaginanya yang memijat batangku.
Lalu aku dan Sherly tidur pulas, karena kecapaian akibat pertempuran yang sengit tadi.
*****
Sekitar
jam 12 malam rasanya kontolku ada yang mengulum dan mengkocoknya.
Ternyata Helena, wah gile dia sambil ngocok kontolku di dalam mulutnya,
tangan kirinya sambil menusuk-nusuk memeknya sendiri yang juga gundul
dengan klitoris yang lebih besar daripada punya Sherly dan tangan
kanannya mengelus-elus zakarku.
Dia berkata, "Donnie aku pengen dong dientot kaya Ciciku tadi, ya.."
Dia
mempertegas, "Donn, tolong yah cayang memek aku juga sudah kangen
dientot, baru putus ama pacar habis gak muasin memekku dan selingkuh
lagi, Donn.., puasin memek Helena yah..", katanya lagi, sambil
membimbing tangan kananku untuk mengelus-elus pussy-nya.
"Iyah deh, aku kan berusaha dengan berbagai cara untuk dapat membuat ketagihan ama penis aku", jawabku vulgar.
"Kita entotannya di sofa ruang tengah aja yah?", kata Helena.
"Aku
takut mengganggu Ciciku yang habis kamu entotin memeknya, ntar Cici
bangun lagi kalau ngentotnya di ranjang" dia mempertegas.
Helena
yang sudah telanjang bulat menggandengku keluar, kami pun bercumbu,
saling menjilat, mencium, menghisap seperti biasa, dengan penuh gairah.
Dan sekarang aku mulai memasukkan kontolku ke lubang memeknya, karena
dia udah gatel banget tadi aku ngentotin Cicinya? Maka aku langsung aja,
masukkan kontolku. Slep.. Bles.. Bles.. Perlahan dan pasti penisku
masuk.
"Aw.. Oh.. Yeah..", erangnya.
"Sakit Helen..?", tanyaku.
"Nggaak sayang, terusin aja enak banget.."
Aku langsung mengocoknya dengan Helena berbaring di sofa depan TV, splak.. Splak.. Splok.. Splok..
"Memek
kamu enak.. Sih..", ujarku sambil menggoyangkan pinggulku dan mulai
nenen toketnya yang seukuran dengan milik Ani, terus dia juga
mengimbangi goyanganku dengan arah yang berawanan sehigga kontolku
bener-bener tenggelam ke dalam memek surga kenikmatannya.
"Oh.. Enak.. Donn.. Terus.. Sayang..", rintihnya dengan memeluk kepalaku.
Akhirnya
aku ngentot memeknya Helenan tapi gak ada yang keluar kamar, terbangun,
terutama Cicinya mungkin capek main ama aku habis aku bikin tubuhnya
dan memeknya melayang-layang? Lagi asyik-asyiknya ngentotin memeknya
Helena, tiba-tiba terdengar suara.
"Ih.. Cici lagi ngapain",
mendengar suara tersebut, aku terkejut rupanya Poppy keluar kamar
diikuti Airin, teman Sherly, lalu mereka dengan santainya melihat aku
ngentot sama Helena.
Aku langsung aja berhenti dan seketika itu
juga Helena berkata, "Donni kenapa? Kok.. Berhenti sayang, terus dong
entot memekku sampai enak dan nikmat sekalii.." ujarnya dengan santai.
"I. Tu.. Ada.." kataku gagu.
"Ada
apa?" katanya lagi, penasaran. Dia menggerakkan wajahnya, hingga
terlihatlah adiknya yang memakai lingerie dan Airin dengan CD aja.
Helena
berkata, "Eh kalian ini bandel sekali yah", setelah dia tau bahwa aku
berhenti karena ada mereka turun ke ruang tengah dan mulai melucuti
pakaiannya masing-masing.
"Hei.. Kenapa kalian ikut-ikutan telanjang?", tambah Helena.
"Ci aku pengen ngerasain dientot yah..", tanya Poppy sama Cicinya.
"Iyah nih kamu kok pelit sih.., aku juga pengen ngerasain kontolnya Donnie", timpal Airin.
"Iyah nih.. Gimana sih..", timpal Poppy.
"Please dong", rengek mereka.
Terus mungkin udah terlanjur mereka berdua melihat Helena ngentot dan udah pada bugil semuanya, maka dibolehkannya.
"Iyah deh kamu berdua sudah telanjur bugil dan lihat aku lagi dientot memeknya ama kontol Donnie.. Sini jangan ribut..".
Katanya lagi, "Tunggu giliran tapi", tambah Helena.
"Donnie cepetan kocokannya yang lebih keras lagi.. Kasihan memek mereka ini udah pada basah.. Tuh..", pintanya.
Akhirnya aku dan Helena mempercepat ngentotnya kayak di kejar-kejar hantu.. Dan akhirnya orgasme secara bersamaa.
"Argh.. Mmhh.. Argh.. Enak.. Sekalii.. Sayaangg, aku udah keluar Donnie.. Hangat sekali air manimu..", erang Helena.
"Aku juga sama.. Rasanya kontolku hangat sekali.."
Setelah
berhenti beberapa menit, lalu kedua wanita yang menontonku tadi mulai
membangkitkan lagi gairahku, Poppy asyik mengocok kontolku dalam mulut
dengan bibirnya yang sexy sedangkan Airin mencium bibirku habis-habisan
sampai kedua lidah kami saling bertautan dan aku pun tak tinggal diam,
aku mulai meremas-remas boobs yang sedang seger-segernya seperti buah
yang baru matang. Akhirnya kembali lagi aku ngentotin memeknya Poppy
yang masih perawan, dan Airin ngga tahu dech, kayaknya masih perawan,
batinku setelah meremas-remas boobs kedua gadis ini. Yang pertama
kuentot memeknya Poppy, anak SMP. Aku sangat kesulitan memasukan
kontolku karena memeknya masih sempit dan jembutnya masih pertama
keluar, sedikit dan halus dan perawan lagi.
"Poppy, sayang" kataku, sambil aku memcumbunya.
"Iyah Koko Donnie" jawabnya.
"Bener
nih, memek kamu mau aku masukin..", tanyaku dengan penuh kelembutan,
perhatian dan kasih sayang sambil meremas-remas dadanya yang masuk
segenggamanku.
"Mau sekali Ko..", jawabnya.
"Aku dari tadi
sudah kepengen banget, pengen ngerasain gimana sih kalau memek aku
dimasukin kontol Koko Donnie. Kelihatannya Cici Helena merasa enak dan
nikmat banget, waktu Koko lagi ngentotin dia", jawab polosnya.
Lalu
aku suruh dia di atas aku di bawah, kami tiduran di karpet depan sofa,
aku bersandar di sofa dan akhirnya dia memasukan juga, dengan perlahan
slep.. Bles.. Penisku perlahan masuk dalam vaginanya yang sempit.
"Aw..
Ah.. Koko.. Dah.. Masuk belumm..", tanyanya sambil dia menengadah ke
atas, bibir bawahnya digigit lalu kedua payudaranya kuremas-remas sambil
dia menekan pantatnya kebawah.
"Tekan lagi sayang, baru kepalanya
yang masuk..", kataku lalu kupeluk dan dengan dibantu aku memegang
pantatnya ke bawah dan sedikit menyodokkan penisku ke dalam vaginanya,
akhirnya masuklah semuanya.
"Ah.. Oh.. Masuk ya Koko..", katanya.
"Iyah Poppy cayang, enak kan..", tanyaku sambil aku mencoba menggenjotnya.
"Enak.. Sekali.. Koko.. Donni..", jawabnya dalam pelukanku.
"Ini
belum seberapa Poppy. Ntar kamu akan lebih nikmat lagi", kataku lalu
aku kocok memeknya dan akhirnya dia orgasme duluan hingga tubuhnya
mengejang dan memelukku erat.
"Ah.. Koko.. Aku.. Keluar..",
erangnya, dengan pantatnya ditahan ke belakang karena dia ada di atas,
lalu aku pun sama menghentakkan pantatku ke depan, arah yang berlawanan
supaya dia bener-bener menikmatinya, kontolku tertekan lebih dalam lagi
ke lobang vaginanyanya. Dia langsung lemas dalam pelukanku sementara aku
belum orgasme dan kulihat Airin sedang dioral memeknya sama Helena.
"Udah dong..", kataku pada Helena.
"Kasihan
tuhh.. Memek Airin udah pengen banget ngerasain di tusuk ama kontolku
ini", tambahku sambil mengendong Poppy dan mendudukkannya di sofa lalu
mencabut penisku perlahan yang masih ON. Tampak sedikit noda darah di
penisku. Poppy benar-benar perawan, lalu kusuruh dia membersihkan
penisku.
"Iyah Helena, udah dong", kata Airin.
"Aku udah
gak tahan sekali dari tadi liat Poppy sama kamu dientot kontolnya Donnie
sepertinya nikmat dan enak sekali", katanya memohon agar Helena
melepaskan oralnya di dalam memeknya.
Memek Helena berjembut
agak lebat. Akhirnya kami berempat mulai perang lagi, aku mau masukin
kontolku kememeknya Airin sambil nungging (doggy style) kemudian dia
menjilat memeknya Helena dan Helena menjilat memeknya Poppy yang sudah
seger lagi. Wah, bukan main nih memeknya Airin tak kalah sempit
dibanding Poppy dan cengkramannya pun sama dengan Poppy. Slep.. Bles..
Perlahan penisku masuk.
"Aw.. Aw..", Airin menjerit setiap aku mau memasukkan kontolku.
"Sakit yah?", tanyaku sambil aku meremas-remas payudaranya dan memelintir putingnya.
"Iya.. Donn, tapi enak, terusin aja. Memek Airin rasanya ada yang mengganjal, hangat dan berdenyut-denyut", katanya keenakan.
Sambil merem melek karena aku mulai menggenjot memeknya.
"Ah.. Terus.. Caayang.. Ajarin Airin", ceracaunya.
Dan rasanya dia mulai juga menggoyangkan pinggulnya.
"Tenang sayang, kupuasin memeknya Airin", dan akhirnya aku ngentot memek yang keempat.
Lalu aku dengar dia berkata, "Aku mo keluar nih, dan pengen pi.. piis..", sambil tubuhnya mengelinjang keenakan.
"Sabar, tahan.. Yah", pintaku.
"Aku.. Pengen pi.. pis, kok.. Gak bia.. sanya, tapi e.. nak ba.. nget siih..", erangnya lagi.
Namun
baru sekali ini memeknya dientot dia tak bisa tahan dan Airin
mendongakkan kepalanya, "Arhgg.. M.. Yeah.. Nikmat banget Koko Donnie",
erangnya.
"Makasih.. Ya..", ujarnya sambil tersenyum.
"Aku juga mo keluar nih, dimana sayang", tanyaku.
"Didalam
memekku aja yah. Aku pengen ngerasain disiram air mani", pintanya.
Crot.. Crot.. Akhirnya aku tumpahkan ke dalam lobang memek Airin dan
sebagian lagi kuberikan Poppy dan Helena.
Lalu kami dikejutkan
dengan suara, "Aduh.. Kalian ngapain sih di ruang tengah.., ko ikutan ML
sih..", Sherly keluar kamar dalam kondisi bugil.
"Maaf, Ci. Aku gak tahan lihat Cici ngentot sama Koko Donnie", kata Helena.
"Habis tadi waktu kalian masuk pas kami nonton film kami dengar suara Cici yang keenakan", tambah Helena.
"Aku sama, ci. Aku dan Airin juga gak kuat melihat ci Helena lagi dientot memeknya", kata Poppy yang ikut bicara.
"Enak banget yah Mami", lanjut Poppy.
"Memek Poppy rasanya masih ada yang mengganjal", tambah Poppy lagi.
"Aku juga merasa gitu", sambung Airin.
"Dasar kalian, ditambah cerita si Ani sich, kalian jadi pengen..", kata Sherly.
Dan
mereka menganggukkan kepalanya bersamaan. Dan akhirnya kami berlima
kembali ngentot lagi setelah beristirahat 1 jam. Mulai ngentot lagi jam
03.00 sampai pagi. Aku sempat mengambil posisi aku di bawah, Sherly di
atas sedang menggarap kontolku dengan ganasnya, sedangkan Poppy sedang
mengangkang lebar-lebar kedua pahanya untuk memberikan memeknya pada aku
untuk dicium, dijilat dan dihisap sedangkan Helena dan Airin ada
disebelah kanan dan kiri aku, trus aku mengelus, mengorek, dan
menusuk-nusuk lobang memek mereka dengan tangan kanan dan kiriku.
Dalam
hatiku, "Sungguh lengkap diri aku dikelilingi empat cewek-cewek cantik,
kayak seorang raja yang sedang melayani untuk memuaskan memek
permaisuri-permaisurinya. Walaupun aku sebelumnya takut saat Sherly
lihat aku ML sama Ani ditaman." Gile bener.., sekali ML dapat empat
memek, memek mahasiswi, memek anak SMP, memek perawan dan memek wanita
kesepian. Aku tidur dengan empat wanita di sisiku.
Keesokan harinya aku terbangun oleh bisikan yang suaranya sudah tak
asing bagiku dengan kurasakan kedua tanganku dan kakiku terikat pada
keempat ujung tempat tidur Sherly. Aku membuka mataku, ternyata Ani, aku
kaget bukan kepalang. Aku tak bisa berkata apa-apa, terlebih aku
terikat dan bugil.
"Pagi, Hunny", dia membuka percakapan.
"Kayaknya kamu lembur tadi malam, melayani wanita-wanita di rumah ini", ujarnya sambil Ani meraba-raba dadaku.
Dan kuperhatikan kembali ternyata Ani sudah bugil, ini membuat penisku pelan-pelan mengeras dan bangun lagi.
"Oh lihat, Hunny. Juniormu bangun lagi, horny yaa..", katanya sambil mengelu-elus penisku yang membuat aku makin ON.
"Aku
ngga sengaja tadi pagi menelepon Poppy, dia bagai adik bagiku. Terus
dia bilang dia punya kejutan buatku lantas aku disuruh datang ke
rumahnya. Disini dia cerita kalo tadi malam dia abis dientot kamu, dan
itu sungguh pengalaman yang ngga bisa dia lupain, kata Poppy", sambil
terus meraba-raba tubuhku, dan tangan Ani yang lain meraba-raba tubuhnya
sendiri.
"Poppy nunjukin kamu yang masih tertidur, lalu Cicinya
Sherly terbangun dan cerita kalo dia ngelihat kita ngewe di taman
rumahku, lantas malamnya dia ajak kamu ML sama dia, dan cewe yang lain
ikutan", sambil Ani jongkok di atas perutku.
Kulihat pussy-nya
Ani yang tak kalah dengan para wanita dirumah ini, kencang, basah,
merah, wangi dan bersih. Aku hanya bisa menelan air liurku saja.
Ani lantas membungkuk dan berbisik, "Sekarang giliran kami para cewek yang menggilir kamu", ujarnya sambil menjilati kupingku.
Aku
langsung diterkamnya. Ani menjilati, menciumi wajahku, bibirku. Dan
memainkan lidahnya sehingga lidah kami saling bertautan. Bibirnya turub
ke leherku, dadaku, perutku, dan "Aaargh..", erangku panjang dan keras
saat Ani menciumi kepala penisku, batanganya dan zakarnya.
Tiba-tiba, keempat wanita rumah itu masuk dan terdengar suara nakal, "Aah.. Sudah mulai."
Tampaklah Sherly, Helena, Poppy, dan Airin bugil ke dalam kamar itu, dengan Poppy membawa handycam bersamanya.
"Wah kita punya koleksi asli bikinan kita", celetuk Sherly.
Ani
tak mempedulikan mereka. Dia terus mengemut kontolku, disedotnya,
dijilati, dikocoknya. Nikmat sekali oral yang dilakukan Ani, yang lain
kalah. Ani menjilati penisku, naik turun, jilatin kepalanya, batangnya
dan zakarnya sambil tanganya mengelus-elus bolaku. Aku mendesah keenakan
dan sesekali memejamkan mataku. Ani perlahan-lahan mengemut penisku,
sesekali dimasukkannya batang kemaluanku dalam mulutnya.
"Argh..",
desahku kencang saat lidahnya memainkan kepala penisku yang besar dan
terdengar suara sepongan Ani dipenisku. Spluk.. Spluk.. Spluk.. Penisku
dilibasnya, demikian pula kedua bolaku. Sentuhan bibir, tangan dan
lidahnya sungguh terasa di penisku yang gundul.
"Argh..",
desahku lagi sambil mendongakkan kepala dan menyodokkan penisku di dalam
mulut Ani, saat lidahnya menggosok kepala penisku sambil dia
menyedotnya. Ani mengoral penisku sambil memperlihatkan vaginanya yang
basah, membuatku gregetan karena aku ngga bisa menyentuhnya. Sambil
mengoral dia mengesek-gesek dengan jari-jarinya didepan mataku,
kadang-kadang dia tertawa kecil, yang getaran pita suaranya terasa di
penisku.
Aku berkeringat menahan libidoku. Poppy tampak merekam
semua adegan kami dengan tangannya menggese-gesek klitorisnya demikian
pula Sherly, Helena dan Airin. Puas dengan merangsangku, Ani memasukkan
penisku ke dalam memeknya yang banjir, dan membungkukkan dadanya ke
wajahku.
"Kamu nenen ya.. Biar kuat", langsung ku jilati putingnya, kuciumi, kusedot-sedot kedua toketnya.
Perlahan
pula Ani menggerakkan pantatnya, terasa sekali batang kemaluanku
dipijat vaginanya yang tak kalah dengan punya Poppy. Setelah dia puas
memberiku toketnya, Ani mulai mempercepat kocokan memeknya.
"Argh.. Faster.. Hunny.. Harder.." erangku keenakan.
"Argh.. God.." tambahku.
"I will Hunny.. Now.. I.. Rape.. U.. Oh.. Yeah..", desah Ani berpegangan di dadaku.
"C'mon.. Horsie.. My.. Naughty.. Horsie..", erangnya.
Tiba-tiba,
Airin, si cewek sunda berkulit putih itu, menyajikan memeknya yang
berjembut di mulutku, dengan sedikit cairan senggamanya menetes, dia
berpegangan di ranjang. Langsung kujilati klit-nya, dengan irama
lembut-kencang.
"Ah.. Uh.. Ah..", desahnya sambil menggerakkan
pinggulnya berlawanan gerakan lidahku, demikian juga aku melawan gerakan
kocokan Ani sehingga terdengan suara senggama kami yang becek dan
beradu.
Suasana kamar itu sungguh erotis, terdengar desahan
dari Ani dan Airin yang bersamaku, Sherly dan Helena yang swalayan,
serta Poppy sambil merekam kami semua. Airin tampaknya mau orgasme, dia
menekan mulutku dengan vaginanya, ku buka mulutku sehingga vaginanya
tertutupi olehnya, kusedot kuat dan Airin mengejang, memeknya berkedut,
keluar cairan kewanitaannya, dia orgasme. Demikian pula Ani, memeknya
berkedut kuat, sebentar lagi dia orgasme. Sodokanku makin kumantapkan,
dan Airin sudah cukup tenang meninggalkan ranjang. Mulutku basah oleh
cairan memek Airin dan ada sedikit jembutnya yang rontok, Airin
melihatnya dan dia mengambilnya dengan sedikit senyum.
Ani
memelukku dan mengejang, "Ah.. Ah.." teriaknya orgasme, dan aku terus
menyodoknya dan sedikit lagi, "Argh..", erangku panjang aku juga
orgasme.
Kedua cairan kami bercampur, Ani terduduk dengan
penisku di dalam memeknya. Sherly tiba-tiba ke mulutku dan "Ah..",
erangnya panjang dan sedikit melengking, membasahi mulutku dengan
cairannya, disusul Helena dan Poppy bersamaan di perutku dan dadaku.
Airin merekam dengan kamera ditangannya.
Terasa denyut vagina
Helena dan Poppy di dada dan perutku. Mereka semua tersenyum, Ani
memelukku kembali denga penisku masih di pussy-nya, berbisik, "Hunny,
trim's ya.. Kamu udah bikin my dream came true.."
Keempat wanita itu meninggalkan kami dengan rasa puas, setelah melepaskan ikatanku.
*****
Hari menjelang siang, Ani masih dalam keadaan tertancap penisku dalam pelukanku.
"Hunny aku pengen mandi nich, dari kemaren sore belon mandi", ujarnya sambil membangunkan Ani.
My
Hunny terbangun dan melepaskan penisku, Ani membersihkannya dengan
menjilati penisku itu. Vagina Ani kubersihkan dengan menjilatinya pula.
"Sher.. Sherly..", teriak Ani, "Donnie mo mandi nich." Sherly masuk ke kamar.
"Udahan nich penganten baru..", godanya. "Pake aja kamar mandi gue."
"Pinjam handuk sekalian ya..", pintaku sambil masuk ke kamar mandi.
Di
dalam kamar mandi itu ada shower, closet duduk, dan bathtub dengan
jacuzzi. Aku masuk ke shower dan mandi, tiba-tiba terdengar suara wanita
memanggilku.
"Ko Donnie.. Ini handuknya", suara ini mendekati kamar mandi ini.
"Kutaruh mana Ko.. Handuknya?", kalau tak salah ini suara Poppy dan ada suara mengisi bathtub.
"Bentar, aku mo keluar", aku berani seperti ini karena kita semua udah nggak asing.
Ternyata benar si Poppy, dia memberikan handuknya dengan tubuh masih bugil. Kuhanduki rambutku, dan Poppy membuka percakapan.
"Ko Donnie, suka ML sama ci Ani ya.. Sering ya ngentotin dia..", ujarnya sambil duduk di meja wastafel.
"Poppy
seringnya masturbasi di jacuzzi itu, diajarin ci Sherly, Helena dan
Ani. Kami pindah ke sini 6 bulan lalu dan ci Ani langsung dekat dengan
kita bahkan kami langsung pesta oral sex bersama. Aku sering dikerjai
mereka, abis aku paling muda dan belon perna ML."
Aku mendengarnya dengan penuh perhatian, berdiri di antara kedua kakinya.
"Trus
tadi malem Koko memperawani aku, titit Koko gede banget terutama
kepalanya, masih terasa ngeganjel nich", ujarnya sambil Poppy
mengelu-elus memeknya.
"Tapi enak kan..?", celetukku.
"Iya
sich, ko. Eh, ya Koko sering cukurin jembut ci Ani ya.. Ajarin cukurnya
donk, nich pisau cukurnya", Poppy mengulurkan padaku.
"Kamu kepengen ya.. Ko ngga minta sama ci Sherly-mu?", tanyaku.
"Aku disuruh ci Ani, katanya abis cukur ada bonus dariku", balasnya.
Aku
hanya tersenyum. Poppy mengangkat kakinya sehingga mengangkang, lalu
kululuri vaginanya dengan busa, perlahan kucukur, dan kulap sisa-sisa
busa.
Poppy berdiri menghadap cermin, "Mulus yaa..", katanya.
"Trus bonusnya apa?"
"Ayo kita ke bathtub, kukasih bonusnya", ujarku sambil menaruh handuk dan menggandeng Poppy.
Kami
masuk ke bathtub dan jucuzzi-nya menyala. Mulailah adegan bonus setelah
pussy-shaving. Kuciumi bibirnya dan meremas-remas dadanya yang mulai
tumbuh, dengan puting merah jambu. Turun ke lehernya, sambil turun
berendam. Terasa semburan dari jacuzzi memijat tubuh terutama mengenai
bagian sensitif membuat makin horny. Poppy kupangku, aku nenen padanya,
kujilati putingnya perlahan melingkar-lingkar, kugerakkan lidahku
naik-turun, kiri-kanan, kugigit kecil, kusedot-sedot. Poppy hanya
terdiam menggigit bibir bawahnya dan menahan kenikmatan sambil
memejamkan matanya serta mendesah lirih. Setelah aku puas, kududukkan
dia di pinggir bathtub, kubuka selangkangannya, kuoral vaginanya.
Kujilati,
kusedot, kugigit kecil klitorisnya, Poppy menekan-tekan kepalaku ke
vaginanya. Kukarasakan vagina berkedut cukup intens, kutangkupkan
mulutku dan kusedot kuat-kuat memeknya, seiring semakin banjir cairan
vaginanya. Poppy mengejang dan menekan kepalaku makin dalam, pussy-nya
berkedut kencang, dia orgasme. Kusedot-sedot perlahan vaginanya. Setelah
cukup tenang dia melepaskan kepalaku dan aku bisa bernafas bebas.
"Enak banget ko, pantas ci Ani ketagihan dicukur dan dientot Koko", katanya sambil masuk ke bathtub dan memelukku.
"Kamu mau bonus ekstra..?", ajakku.
"Apa ko?" tanyanya.
"Ini", sambil kubimbing tangannya memegang penisku.
Poppy
tersenyum setuju, Aku duduk di tepi bathtub, Poppy berdiri dan perlahan
memasukkan penisku. Perlahan sekali penisku masuk, Poppy hanya
memejamkan mata dan menggigit bibirnya. Aku merasakan cengkeraman vagina
yang menyaingi cengkeraman vagina Ani. Kugendong Poppy dan kukocok
memeknya didepan cermin, Poppy memelukku dan merintih keenakan.
"Ah.. Ah.. Ko.. Ko.. Per.. Ka.. Sa.."
Lalu
kukocok terus memeknya sambil berjalan keluar, karena mantapnya kocokan
kami terdengan suara senggama kami spluk.. Spluk.. Spluk.. Seiring
dengan kocokan dan perjalananku ke ruang tengah. Poppy pasrah saja
kugagahi vaginanya, hanya merintih keenakan.
Di ruang tengah, kulihat disana Airin sedang menonton TV.
"Oi.. Poppy.. Keenakan nich..", teriaknya melihat Poppy kukerjai.
Sherly, Helena, dan Ani mendekati kami. Kupepet Poppy ketembok dan kukocok makin cepat.
Poppy meronta, "Ah.. Ko.. Ah.. Pengen.. Pip.. Pis.. Ah..", ujarnya sambil mengacak-acak rambutku dan memeknya makin kedutan.
Aku
tak peduli, sodokan makin kumantapkan dan, "Ah.. Ah.. Ah..", erang
Poppy dengan tubuh mengejang, Poppy orgasme lagi, lalu sesaat kemudian,
kupeluk Poppy erat dan kusodokkan penisku dalam-dalam hingga akhirnya,
"Argh..", erangan panjangku, kulepaskan pejuku di dalam pussy-nya yang
sempit.
Poppy memelukku dan kugendong dia, duduk disofa.
Ani mendekatiku, "Wah kamu memang Koko yang baek", ujarnya sambil mencium bibirku.
Poppy berbisik, "Ko.. Aku mau jadi budak sex-mu".
"Boleh..", jawabku.
Cukup lama Poppy menahanku dalam kondisi ini lebih dari 20 menit. Ani pulang, demikian pula aku.
"Ko Donnie.. Poppy ikut Koko..", pintanya manja sesaat aku mau pulang.
Ani mengijinkan, "OK dech..", tandasku.
Ani mendekatiku dan berbisik, "Kasih Poppy private lesson yaa.. Hunny." Aku tersenyum setuju.
0 comments:
Post a Comment