Saturday, 9 February 2013
Melepas Kangen
Fan...
Irfan... ada telepon dari Arie Semarang, suara kakakku dari luar. Teman
SMA-ku namanya Arie meneleponku, dia mengatakan kalau dia akan
dipindahtugaskan di Surabaya. Dan dia memintaku untuk menjemputnya di
stasiun Pasar Turi Surabaya, besok. Meskipun keluarganya ada di
Surabaya, tapi dia minta untuk menginap di rumahku selama 3 hari. Aku
sih setuju saja, lagian kita sudah lama tidak ketemu. Walaupun dalam
hati aku tidak habis pikir, tumben sekali dia meneleponku, padahal dia
sangat jarang menelepon aku, apalagi aku disuruh menjemputnya, tidak
biasanya dia seperti itu. Bahkan dia tidak pernah main ke rumahku selama
dia pulang ke Surabaya, paling-paling hanya nelepon saja, itu pun just
say hello dan tanya kabar saja.
Keesokan harinya, aku menjemput Arie di stasiun Pasar Turi.
"Hai.. Irfan ya", teriak seseorang dari arah belakangku.
Aku menoleh, "Arie..", aku tertegun memandang dia keseluruhan. Dia sekarang lain, wajahnya tampak bersih dan tubuhnya atletis.
"Kamu sekarang cakep bener.. Ar", kataku memulai pembicaraan.
"Operasi plastik di mana", ledekku langsung.
"Ngacau kamu Fan", jawab dia.
Kamipun tertawa bersama. Kami berjalan menuju tempat parkir sambil tetap ngobrol ngalor-ngidul, tertawa gembira sekali.
Malam
itu hujan turun rintik-rintik. Membawa suasana lumayan dingin. Tak
terasa jam sudah menunjukan pukul 23:00 WIB. Aku dan Arie menonton TV,
sampai semua keluargaku sudah tidur. Kita berdua ngobrol tentang
kenangan bersama teman-teman SMA dulu, tentang keluarganya, keluargaku,
pengalaman kerjanya, dan semuanya yang bisa jadi bahan pembicaraan.
Sampai
aku akhirnya menutup omongan, "Udah malam Ar, kamu nggak capek setelah
melakukan perjalanan jauh? tidur sana", pintaku kepada Arie.
"Ntar ah.. nanggung nih, filmnya bagus.. lagian tidur sendirian malas ah, hujan lagi", jawab Arie.
"Mau ditemani..?" godaku.
"Siapa takut.. hehehe, lagian udah lama aku merindukan suasana seperti itu bersama kamu."
"Hah! oh my God.."
Aku
sangat kaget dia bilang seperti itu. Emang sih waktu SMA dulu, aku
sangat suka padanya, tapi entahlah dengan dia, aku nggak tahu apakah dia
gay atau tidak. Dan malam ini dia bilang begitu. Apakah serius? Dan
malam ini.. apakah akan terjadi?, pikiranku melayang bahagia, takut,
ragu, kacau bercampur jadi satu.
"Ngaco kamu Ar... masa tubuh sekekar kamu bisa suka ama cowok, ama aku lagi?", jawabku cepat.
"Fan..." Arie membuka pembicaraan, "Sebenarnya aku datang ke Surabaya ini ada tujuannya."
"Tujuan apa Ar", tanyaku. (dalam hati aku berpikir, mulai serius nih).
"Aku
pengen ketemu kamu Fan, aku kangen... Aku tidak bisa membohongi
perasaanku, maaf Fan.., aku.. suka, say..yang dan bahkan aku cinta kamu,
dan kini aku rindu kamu", suara Arie tergagap.
"Oh my God..." untuk kedua kalinya aku semakin gemetar. Berani sekali anak ini, pikirku.
Belum
sempat aku membuka mulut, Arie sudah membuka percakapan lagi, "Dari SMA
dulu, sebenarnya aku begitu suka pada kamu Fan, tapi aku masih takut..
entah apa yang aku takutkan, aku tidak tau", ungkap Arie.
"Aku selalu memendam perasaanku kepadamu, sampai aku lulus kuliah dan diterima kerja di Semarang", sambung dia lagi.
Aku hanya diam... kaku rasanya, walau sebenarnya aku juga masih cinta dan mengharap cinta Arie.
Aku
sangat kaget, saat Arie menarik tubuhku untuk bersandar di dadanya.
Tubuhku gemetar.. aku bingung, apa yang harus kulakukan. "Please Fan..
aku ingin kemesraan bersamamu", pinta Arie manja kepadaku. Memang aku
pernah suka, bercinta dengan orang selain Arie. Tapi dengan Arie, aku
sungguh-sunggu tidak bisa berkutik. Perasaanku campur aduk. Dan dia
adalah orang yang telah lama kudambakan dan kucintai.
Akhirnya
aku pun bersandar di dada Arie di sofa depan TV. Arie dengan lembutnya
mengelus rambutku, membelai pipiku. Dan terkadang mengelus dadaku.
Terasa bahagia sekali. Aku sangat terbuai dengan tindakannya. Dan aku
semakin menyandarkan diri di dada Arie yang bidang, dan beraroma segar
(entah parfum apa yang dia pakai). Aku kaget sekali saat jari-jari Arie
mulai sedikit nakal, jemarinya mulai meraba putingku dan dimainkannya
puting susuku. Terasa nikmat sekali.
Dari
rasa romantis dan sayang, Aku pun akhirnya sudah mulai terangsang dan
tegang. Aku mulai gelisah untuk berdiam diri, aku pun mulai bergerak,
aku membalas belaian Arie dengan rabaan di dadanya. Aku mencari puting
susunya di balik kaos yang dia pakai. Dan Aku mencari-cari kejantanan di
balik celana Arie. Saat ketemu langsung kupegang batang kejantanan
Arie. Terasa keras, hangat dan nikmat. Arie tidak diam dengan kegiatanku
seperti itu. Dia balas meremas batang kejantananku. Semakin lama
semakin keras.
Arie
pun sudah tidak kuat lagi. Arie berbisik, "Ke kamar yuk.. Fan" Aku pun
mengangguk. Tanda mengiyakan. Aku minta digendong. (manja sekali).
Dan
di dalam kamar..., "Irfan.. aku tidak ingin ada anggapan dipikiranmu
bahwa aku hanya membutuhkan seks darimu, aku melakukan ini karena aku
mencintaimu Fan, dan aku benar-benar mencintaimu", bisik Arie sambil
mengecup keningku.
"I love you Fan.."
"I love you too Arie.."
Arie
mencium keningku, lama sekali, terasa bahagia. Dari kening turun ke
bawah, ke daerah mata, hidung, pipi dan akhirnya sampai di bibir.
Bibirnya yang halus dengan lembutnya mengecup bibirku. Aku tidak bisa
berkata lagi. Bibirnya terasa hangat dan nikmat. Aku langsung membalas
ciuman Arie. Kumasukkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Kumainkan
lidahku bersama lidahnya. Saling hisap, saling gigit. Cukup lama kami
berciuman dan bermain lidah, kami berdua begitu menikmati. Aku pun
melepaskan ciumannya, bibirku bersama lidahku turun ke lehernya.
Kumainkan lidahku di daerah lehernya, telinganya dan leher belakangnya.
"Akhhh...." suara Arie merintih nikmat. Tubuh Arie bergetar. Kepalanya
meliuk-liuk.
Tanganku
tidak tinggal diam. Sambil bibirku melumat leher Arie, tanganku masuk
ke dalam kaos Arie. Kucari putingnya, kuraba, kupelintir halus. Tubuh
Arie semakin bergetar. "Irfan.. aku cinta kamu", suara Arie, sambil
mendongakkan kepalaku dan mencium keningku.
Aku
mulai membuka kaos yang sejak tadi menutupi tubuhnya. Kupandangi
dadanya yang begitu seksi. Kulitnya lembut dan halus. Begitu terawat.
Kubelai dadanya dan kujilat putingnya. Kuhisap puting kirinya sementara
tangan kananku memainkan puting kanannya. Dan tangan kiriku mulai
merasuk ke dalam celana pendek yang dia kenakan. Rupanya Arie sudah ngaceng dan celana dalamnya sudah basah oleh air semen (precum).
Arie
tampak sekali pasrah, dia hanya mendesah nikmat dan tangannya
membenamkam kepalaku untuk tetap menghisap putingnya. Lidahku bergerak
ke ketiaknya, baunya sangat seksi sekali. Kujilat dan kuhisap lembut
bawah ketiaknya. Cukup lama aku membenamkan kepalaku di ketiaknya sambil
kumainkan lidahku, lalu kujilat lagi putingnya dan kuhisap dan kugigit
pelan. Lidahku turun, dari puting ke pusar dan akhirnya sampailah
mulutku di celananya. Kuturunkan celananya. Kini Arie hanya mengenakan
celana dalam. Batang kemaluannya terasa sesak di dalam celana dalamnya.
Kuraba, kujilat batang kemaluan Arie yang masih di dalam celana dalam,
kumainkan lidahku, tanganku meremas pantatnya yang keras dan berisi. Aku
sudah tidak sabar, kubuka celana dalamnya dengan mulutku. Kini Arie
sudah benar-benar telanjang, begitu indah tubuhnya dan begitu seksi. Aku
membalikkan tubuh Arie menghadap ke tembok.
Tanganku
mulai meremas halus pantatnya dan batang kejantanannya. Arie merintih
nikmat sambil bergoyang-goyang dan merenggangkan kedua pahanya
lebar-lebar biar semua bisa kulihat, bulu-bulu di belakang bijinya,
lubang pantatnya, semua kelihatan. Tanganku meraba-raba pantatnya,
jariku membelai buah kemaluannya dari belakang, dan lidahku sibuk juga
di bijinya dan di pantatnya sampai nafasnya makin lama makin berat
karena menahan nafsu dan nikmat.
Sekarang
Arie merintih, "Akkhhh Irfan teruus, mmh.. enak.. jangan berhentiii..
teruus!" Ternyata dia paling suka merasakan lidahku di pantatnya dan di
lubang pantatnya. Tetapi aku ingin merasakan bagian badannya yang lain
juga. Kubalikkan badannya, batang kemaluannya tegang dan keras. Rambut
kemaluan yang dicukur sedikit menambah seksi batang kemaluannya. Kulit
Arie memang halus dan bersih.
Aku
semakin bernafsu, rasa sayang, cinta dan nafsu seks menguasai diriku.
Aku mulai mengulum batang kejantanannya. Pada saat batang kemaluannya
masuk ke mulutku, badannya gemetar. Kuputar lidahku mengelilingi kepala
batang kemaluannya. Kemudian aku berhenti di bagian lubang maninya, dan
kumainkan lidahku di lubang itu sambil kadang kuhisap lembut. Tak
kusangka ternyata tubuhnya semakin bergetar, menggelinjang merasakan
kenikmatan dan mengeluarkan desahan yang tertahan. "Oooh.. akhhh enak
sekali.. Fan..." Batang kemaluannya masuk ke mulutku seluruhnya. Sambil
mengulum kemaluan, tanganku meraba putingnya secara bergantian, kuremas
putingnya. Setelah batang kemaluannya, kini pelirnya kujilat, kumainkan
lidahku di pelirnya dan kuhisap pelan. Kuhisap juga selangkangannya,
pahanya dan seluruh bagian tubuh Arie.
Arie
sudah tidak tahan lagi. Ternyata Arie tidak mau hanya menikmati
rangsanganku saja, dia kini menyuruhku berdiri dan saat aku berdiri...
Langsung saja dia mengulum bibirku, dia mainkan lidahnya dalam mulutku.
Tangannya mulai aktif merangsang, meraba seluruh bagian tubuhku. Aku
merasa geli nikmat dan Arie pun mulai membuka kancing bajuku satu
persatu sambil mulutnya tetap melumat bibirku. Aku pun telanjang dada.
Lama Arie memandang dadaku dan dia tersenyum bahagia. Arie mulai
menjilat leherku dan daerah telingaku sementara tangannya masuk ke dalam
celanaku. Dan dia melakukan secara agresif, di luar bayanganku.
Jilatan
Arie kini mulai menjalar ke puting kananku. Dia hisap lembut terkadang
keras dan sedikit mengigit putingku yang sudah mengeras, Arie semakin
bernafsu menikmati seluruh tubuhku. Jilatan demi jilatan telah membuatku
benar-benar diatas puncak kenikmatan. Aku hanya bisa pasrah saja. Arie
mulai menurunkan kepalanya di sekitar perutku. Jilatan lidahnya di
perutku membuatku menggeliat-geliat tak karuan. Hal ini membuat Arie
semakin agresif melancarkan rangsangannya dan menikmati tubuhku.
Kadang-kadang Arie menggigit perutku dengan lembut.
Setelah
lama bermain dengan perut dan pusarku, Arie mulai mencium tonjolan di
celana dalamku yang sengaja tidak dia buka. Gesekan lidah Arie dengan
kain celana dalam telah menimbulkan rasa yang nikmat pada permukaan
batang kemaluanku. Rasa nikmat yang menjalar ke seluruh batang
kemaluanku dari ujung kepala sampai ke pangkalnya. Arie lalu menjilati
selangkanganku dengan jilatan-jilatan mautnya yang membuatku menggeliat
tak karuan lagi.
Arie
sudah tidak sabar ingin melihat dan merasakan tonjolan di balik celana
dalamku. Perlahan dia membuka celana dalamku. Kini aku telanjang bulat.
Kita sama-sama telanjang bulat. Aku dan Arie bercinta dengan hebatnya.
Saling kulum, saling remas, saling cium, saling rangsang, dan
saling-saling lainnya, juga dengan style yang berganti-ganti. Saat aku
sudah mau orgasme, dengan cepat Arie mengulum batang kemaluanku.
Spermaku sudah tak tertahankan mau keluar, "Aaakkkhhh..." Aku mendesah.
Arie langsung menelan spermaku dengan keadaan dia mengulum batang
kemaluanku.
Walau
batang kemaluanku sudah memuncratkan sperma di dalam mulutnya, namun
Arie terus saja mengulum batang kemaluanku. Ngilu dan nikmat begitu
terasa menyelimuti batang kemaluanku. Memang hebat permainan lidah Arie,
dengan segera aku ngaceng lagi. Arie dengan lahapnya mengulum
batang kemaluanku. Dan merangsangku dengan tindakan-tindakan agresif
yang membuatku menggeliat dan mendesah nikmat, ya.. seperti pertama kali
tadi. Arie tahu daerah sensitif yang disuka olehku. Yaitu daerah puting
dan ketiak. Aku sangat menikmati dan mengimbangi permainan Arie.
Lalu, Arie menghentikan permainannya. Arie menyuruhku berdiri", Fan.. kamu ada lubricate?" tanya Arie.
"Untuk apa Ar?" tanyaku balik.
"Fan.. fuck me", hanya kalimat itu yang Arie bisikkan di telingaku. Aku kurang setuju.
"Jangan Ar.. aku tidak mau begituan, aku mencintaimu Arie.. kita lakukan dengan cinta", pintaku.
"Tapi, Aku sangat kepingin Fan.. Aku ingin total dalam bercinta."
"Aku ingin merasakan hangat dan kekarnya batang kemaluan orang yang kucinta masuk dalam tubuhku, Fan.." ucap Arie lagi.
"Please.." Arie sangat memohon.
Akupun mengangguk. "Baiklah Ar.. kalo itu yang kamu inginkan."
Lalu
dioleskannya Lubricate di lubang pantatnya. Arie memasukkan jarinya ke
dalam lubang pantatnya perlahan. Lalu dioleskannya lagi Lubricate di
lubang pantatnya.
"Masukkan
Fan... fuck me..." Dengan perlahan aku masukkan batang kemaluanku ke
dalam lubang pantatnya. Walau sedikit susah namun akhirnya masuk juga
batang kemaluanku ke lubang pantat Arie. Dengan perlahan Arie menggoyang
pinggulnya mengimbangi goyangan pinggulku yang maju mundur. Arie dengan
perlahan merintih nikmat. Kuangkat kaki kiri Arie, kujilat, kucium.
Aku mengocok batang kemaluan Arie. Dan tidak berapa lama...
"Aku mau keluar Ar.." aku berbisik nikmat.
"Arie masih lama?" tanyaku.
"Bentar lagi mau keluar juga", jawab Arie.
Akupun
segera mencabut batang kemaluanku dari lubang pantat Ari. Dan kukocok
batang kemaluanku bersama batang kemaluannya. "Akh.. eemmm.." hampir
sama suaraku dan Arie. Dan... tak berapa lama keluarlah spermaku dan
sperma Arie tumpah di dada Arie.
Aku dan Arie terkulai lemas. Arie mengecup keningku dan berkata, "Aku bahagia sekali Fan.."
"Irfan juga Ar.. I love you", sahutku sambil mencium keningnya.
Aku sempat memeriksa lubang pantatnya. Untunglah tidak berdarah.
Waktu menunjukkan jam 2 dini hari saat itu.
"Ar.. mandi yuuk", pintaku.
"Ntar ketahuan keluarga Irfan lho", jawab Arie.
"Tenang aja.. itu bisa diatur", balasku cepat.
Maka
mandilah kita berdua, di bawah guyuran shower. Segar sekali. Saling
sabun. Aku menggosok tubuh Arie. Demikian juga Arie. Mesra dan romantis.
"I love you Arie", bisikku.
"I love you too Irfan", bisik Arie juga.
Rasanya tidak bosan kami berdua mengucapkan kalimat "I Love You".
Aku dan Arie pun berpelukan. Selesai mandi, kita berdua tidur dalam keadaan telanjang bulat, saling peluk dan cium.
"Selamat tidur sayang.. Semoga mimpi indah.."
Malam
itu begitu indah bagi kita berdua. Semoga malam-malam berikutnya, Kami
lalui dengan penuh kasih, cinta dan kemesraan. Ya.. we hope so..
Itulah
yang selalu kami harapkan. Bahkan lebih dari itu. Yang jelas.. Kita
berdua ingin antara cinta, romantis, mesra, sayang, nafsu, seks halus
dan keras berbaur jadi satu. Karena bagi kita seks itu suatu seni
natural yang perlu melibatkan perasaan dan perlu dilakukan dengan
keindahan. Ya.. semua itu untuk kita berdua.




0 comments:
Post a Comment