Sunday, 10 February 2013
Play Station Plus
Aku
bernama Joe dan aku telah banyak memberikan kontribusi cerita kepada
17Tahun.com dan mudah-mudahan kisah nyataku sewaktu aku di Jakarta akan
dimuat oleh tim redaksi 17Tahun.com.
Aku
tinggal di sebuah kompleks perumahan yang lumayan terkenal di bilangan
Jakarta Selatan karena banyak orang asing yang tinggal di sana. Hobbiku
adalah bermain Play Station dan karena hobbiku ini aku dapat bercinta
dengan sesama Play Station fans.
Mungkin
para pembaca akan mengira bahwa hanya cowok yang bermain Play Station.
Aku berani menyebutkan bahwa cewek juga gemar bermain Play Station
karena aku mengenal seorang gadis penunggu arena permainan Play Station
di dekat rumahku yang gemar sekali bermain Play Station. Setiap kali aku
datang ke tokonya, dia selalu memainkan game favoritnya yang berjudul
Final Fantasy 8.
Karena
aku sering datang bermain di rumahnya yang sekaligus menjadi tokonya,
aku mengenal dia lebih akrab. Dia adalah Melly, salah seorang mahasiswa
dari sebuah PTS di Jakarta Barat. Aku sering datang bermain Play Station
di rumahnya ketika dia tidak membuka tokonya sehingga aku tidak
mendapat gangguan dari konsumennya yang biasanya tergolong anak-anak
kampung yang tinggal di sekitar daerah tersebut.
Aku
dan Cik Melly sudah akrab meskipun dia lebih tua dariku setahun. Cik
Melly bahkan sering menceritakan kisah pribadinya di mana dia ditinggal
oleh Irwan, kekasihnya karena Irwan menikah dengan cewek lain dan yang
lebih gilanya, Irwan telah mengambil perawan Cik Melly dengan paksa dan
mencampakkannya begitu saja.
Suatu
ketika, aku datang ke rumahnya ketika dia telah menutup tokonya karena
hari sudah sore dan aku melihat dia sedang asyik memencet-mencet
joystick sambil berteriak-teriak kesal setiap kali karakter jagoannya
kena tembakan dari musuhnya. Aku memanggil namanya dari belakang yang
membuatnya kaget dan berteriak histeris. Aku cuma tersenyum ketika dia
marah-marah karena permainannya telah berakhir dalam sekejap akibat
gangguanku saat itu.
Melly
kemudian menyuruhku untuk tidak menganggunya karena dia sedang serius
untuk menamatkan game Final Fantasy 8 tersebut. Aku hanya duduk di
lantai di dekat TV sambil memperhatikan TV dan gerakan-gerakan tangannya
yang memencet joystick dengan lihainya. Lama-lama aku menjadi bosan
karena melihat dia asyik bermain dan aku mencoba menganggunya dengan
cara yang lain.
Aku
mendekati dia yang sedang bermain dan aku duduk tepat di depan
selangkangannya karena dia duduk di kursi sementara aku berada di bawah
kursi. Aku memperhatikan celana dalam warna merah mudanya yang tertutup
oleh roknya yang sangat mini. Aku mendadak menjadi terangsang dan
mencoba memberikan sesuatu yang belum pernah dia rasakan. Dengan
lihainya, aku memasukkan tanganku dan jari-jariku bermain di sekitar
kemaluannya yang masih tertutup oleh celana dalamnya. Gerakan-gerakan
jari-jariku memberikan respon yang sangat kuharapkan karena aku dapat
merasakan basahnya liang kenikmatannya karena gerakan jari-jariku. Cik
Melly mendesah kenikmatan sambil terus memencet joystick-nya dan karena
dia tidak konsentrasi, dia akhirnya mematikan Power Play Station dan
mendekatiku yang sedang duduk di depan selangkangannya.
"Joe,
kamu nakal yah sama Cik Melly, sekarang Cicik mesti membalas kamu", dia
berkata sambil menunjukkan telunjuknya ke arahku. Aku hanya tersenyum
saja dan dia tiba-tiba menciumku yang masih berada di bawah kursi di
mana dia barusan duduk. Aku kaget bercampur senang dan tanpa membuang
kesempatan, aku langsung menelanjanginya di dekat TV karena aku juga
sudah terangsang memperhatikan dia sewaktu dia bermain Play Station
barusan.
Aku
mencium bibir Cik Melly dan Cik Melly juga memainkan lidahnya di dalam
mulutku, sementara tanganku secara refleks bermain-main di daerah
selangkangannya yang membuat nafasnya semakin memburu dan aku tahu bahwa
dia menuntut lebih dari sekedar cumbuan. Aku kemudian berpindah posisi
karena sekarang wajahku mendekati liang kewanitaannya dan mulai
menjilatinya dengan liar sementara tanganku mulai memencet puting
payudaranya dan seakan-akan aku sedang memainkan "tuts joystick" milik
Cik Melly. Cik Melly menjawabnya dengan desahan-desahan kecil sehingga
membuat batang kemaluanku semakin menegang dan aku semakin ingin
merasakan nikmatnya liang kewanitaan seorang "Play Station" girl.
Dengan
nafsu dan tanpa aba-aba dari Cik Melly, aku memasukkan batang
kemaluanku yang telah menegang ke dalam liang kenikmatannya sehingga
matanya yang sipit menjadi besar dari biasanya dan dia menggigit
bibirnya seakan-akan sedang menahan sesuatu yang nikmat bercampur sakit
karena batang kemaluanku yang termasuk besar di saat aku sedang
terangsang. Aku terus menggenjot tubuh Cik Melly karena aku sangat
menyukai jepitan-jepitan liang kewanitaan tubuh cewek penggemar Play
Station ini. Aku merasakan nikmat sekali dan tak berapa lama, Cik Melly
bergetar hebat dan melenguh dengan hebatnya dan di saat yang bersamaan,
aku dapat merasakan batang kemaluanku dibanjiri oleh cairan kenikmatan
Cik Melly dan tentunya aku merasakan nikmatnya cairan Cik Melly dan aku
langsung mencium bibirnya yang ranum.
Aku
masih belum puas dan Cik Melly nampaknya sudah kelelahan. Aku kemudian
mencoba ide yang aneh di saat Cik Melly sedang kecapaian. Aku memang
pernah praktikum Fisika Listrik sewaktu di SMP sehingga aku memiliki
cukup pengetahuan mengenai listrik dan alirannya. Dengan ide tersebut,
aku memasang kembali power plug dari Play Station yang baru saja dia
matikan dan aku mencabut kabel main power dari Play Station tersebut.
Dengan sedikit keahlianku di bidang listrik, aku berhasil meredam
kekuatan listriknya sehingga main power yang bisa menyetrum orang
sekarang menjadi tidak bahaya lagi. Kemudian, aku mendekatkan kabel
tersebut ke liang kewanitaan Cik Melly. Aku melihat adanya
percikan-percikan listrik yang kecil kekuatannya akibat tercampurnya
kabel main power tersebut dengan cairan kewanitaan dari Cik Melly.
Setruman-setruman
kecil di dalam tubuh Cik Melly membuat Cik Melly menjadi mendesah dan
kadang-kadang bercampur dengan lenguhan yang terdengar erotik. Aku
menyukai permainan ini dan aku semakin mencoba membesarkan voltage dari
kilikan-kilikanku sehingga aku berhasil membuat Cik Melly bergetar
beberapa kali karena dia pasti merasakan nikmatnya seks karena
setruman-setruman listrik yang voltage-nya telah kuatur sehingga tidak
membahayakan dirinya dan tentunya bisa memberikan kenikmatan yang belum
pernah dia terima seumur hidupnya.
"Joeee,
udah.. Joe... gue bisa gila nih kalo elu lakuin terus-menerus", katanya
yang selalu diiringi dengan lenguhan dan desahan yang membuatku semakin
terangsang dan ingin menyetubuhinya setelah aku puas mengerjainya. Aku
melepaskan plug dan mencabut kabel dari liang kewanitaannya. Sekarang
aku melihat liang surganya yang penuh dengan cairan kewanitaannya dan
Cik Melly mengaku bahwa dia telah klimaks selama 10 kali sewaktu aku
memasukkan kabel ke dalam liang kenikmatannya.
Aku
sudah tidak sabar untuk memasukkan batang kemaluanku yang semakin
menegang dan dengan nafsunya, aku langsung menghujamkan batang
kemaluanku ke dalam liang senggamanya. Kugenjot tubuhnya sehingga dia
nampak kewalahan karena dia telah klimaks beberapa kali sehingga aku
yakin bahwa dia merasakan kelelahan yang bercampur dengan rasa
kenikmatan tapi aku tetap tidak peduli karena aku terus menggenjot
tubuhnya.
Selama
satu jam kemudian setelah aku menggenjot tubuhnya yang putih mulus
tersebut, aku menjadi tidak tahan oleh jepitan-jepitan liang
kewanitaannya sehingga aku semakin semangat menggenjot tubuhnya dan di
saat yang bersamaan kami sama-sama melenguh karena kami mengeluarkan
sensasi klimaks tersebut secara bersamaan. Aku jatuh kelelahan di atas
tubuhnya yang putih bersih itu. Tak lama kemudian, aku kembali mencium
bibirnya yang mungil dan mengulum lidahnya di dalam bibirku.
Aku
memang sudah puas setelah menggaulinya tetapi aku masih belum puas
untuk mengerjainya. Cik Melly masih kelelahan karena kenikmatan yang
baru saja diterimanya. Aku kemudian menyuruhnya untuk membentuk posisi
anjing dengan tubuhnya menghadap ke arah TV sementara perutnya
beralaskan kursi yang dia gunakan barusan untuk bermain Play Station.
Setelah dia membentuk posisi tersebut, aku meninggalkannya dan
menyalakan Play Station sampai dia siap memainkan game Final Fantasy 8
kegemarannya. Tidak berapa lama setelah dia memainkan permainannya yang
telah dia save sebelumnya. Dia masih asyik bermain game favouritnya dan
aku sedang asyik mengocok batang kemaluanku yang masih lemas karena baru
saja memuntahkan cairan kenikmatan di dalam liang kenikmatan Cik Melly.
Aku
menjadi terangsang kembali karena melihat posisi tubuh Cik Melly
apalagi disertai oleh tubuhnya yang putih bersih karena tidak berbusana
sama sekali. Aku kemudian mendekati Cik Melly yang sedang
membelakangiku, kumasukkan batang kemaluanku ke dalam anus Cik Melly
sehingga keseriusannya bermain berubah mendadak, karena dia tiba-tiba
menjatuhkan joystick dan menjerit-jerit karena batang kemaluanku telah
menguasai anusnya yang kecil. Aku terus menggenjot anus Cik Melly sambil
mengusap-usap punggung putih Cik Melly. Cik Melly terlihat mulai
menyukai permainanku karena teriakan-teriakan kesakitannya telah berubah
menjadi desahan dan lenguhan panjang yang membuat batang kemaluanku
menjadi semakin nikmat.
Cik
Melly asyik meresapi genjotan batang kemaluanku yang berada di anusnya
tanpa memperhatikan TV yang masih menyala dengan game kesukaannya. Aku
terus menggenjotnya sampai suatu ketika aku merasakan sesuatu yang ingin
kuledakkan ke dalam anusnya, kupercepat dan akhirnya, "Arghhh...", aku
kejang sesaat karena aku sedang melampiaskan nafsuku dan aku memeluk Cik
Melly dengan erat sekali. Cik Melly kemudian membalikkan badannya dan
menciumku dengan senyumannya yang cantik sekali dan penuh dengan
rahasia. Sebagai tanda terima kasihnya, Cik Melly memberikanku gratis
bermain Play Station selama 1 bulan bahkan ketika Customer dia telah
pulang semua, aku bisa mengajak dia "main" bersamaku tentunya setelah
aku bosan bermain Play Station.




0 comments:
Post a Comment